Medium yang sepi (day 6)
Omong-omong, tidak tahu kenapa, tapi medium ekspresi yang sudah mulai jarang dibuka orang itu malah atmosfernya lebih asyik. Twitter contohnya. …
Omong-omong, tidak tahu kenapa, tapi medium ekspresi yang sudah mulai jarang dibuka orang itu malah atmosfernya lebih asyik. Twitter contohnya. …
Sekarang sudah memasuki hari kelima. Belajar dari empat hari sebelumnya, saya kebetulan sering baru menuliskan posting-an di malam hari. Bahkan …
Saya pernah membaca bahwa ketika dalam sebuah rangkaian presentasi atau pemaparan sesuatu, hindari meminta maaf. Permintaan maaf di tengah-tengah kegiatan …
Kalau harus menjuduli tulisan ini, mungkin yang paling pas adalah “klarifikasi tentang apa yang sebenarnya terjadi”. Terutama dari medio 2015 …
Semestinya hari kedua ini saya menuliskan “apa yang sebenarnya terjadi ‘dulu’”. Akan tetapi, pikiran saya sudah keburu lelah, takutnya malah …
Melalui awal yang baru ini, setelah sekian lama saya memvakumkan diri dari kegiatan blogging privat, saya ingin mencari tahu apakah …
Saya memutuskan untuk memangkas bagian ini. Lebih baik cukup jadi konsumsi saya pribadi. Saya kurang setuju–setelah berpikir sekira sejam pasca …
Boleh saja masyarakat sekitar memiliki pelabelan khusus pada sosok-sosok generasi saat ini. Ada yang bersikap defense dengan palabelan itu, ada …
Sumpah ya, kesedihan tiada tara kalau besok pagi The Revenant beats Spotlight buat Best Picture. Ada yang lebih berhak, semoga …
Kelas Etika Komunikasi pekan lalu menyebut bahwa ruang publik adalah sebuah komunitas bahasa. Ada banyak pesan yang saling dipertukarkan untuk …
Jadi begini… Season premiere tv series mulai membludak September ini. Doctor Who, Sept 19 Gotham, Sept 21 The Big Bang …