Ritme (day 5)

Sekarang sudah memasuki hari kelima. Belajar dari empat hari sebelumnya, saya kebetulan sering baru menuliskan posting-an di malam hari. Bahkan tidak sedikit yang baru tertulis ketika nyaris menjelang tengah malam. Dari situ, saya pun mulai mencoba menata dugaan prematur: kapan waktu paling pas buat refleksi harian?

Dari empat hari yang sudah berlalu, saya keseringan merasa ngantuk ketika mau menulis–karena faktor malam hari. Akibat ngantuk ini pula, kadang tulisan yang keluar tidak sesuai dengan rencana awal. Sebagai informasi: saya sudah menyimpan daftar draf tema di dalam hp, tinggal mengembangkan dari kalimat pertama yang sudah ada di situ. Meski begitu, saya cukup suka dengan hasil akhir sejauh ini meski ada improvisasi bahasan sana-sini.

Cuma, pengin rasanya nulis ketika posisi otak sedang tidak beradu dengan keinginan merem.

Belajar melalui “kesalahan” waktu itu, saya pun terpikir untuk mencoba posting di pagi hari. Memang belum terlaksana, tapi sepertinya bakal bisa menciptakan mood tulisan yang lain.

Mungkin kamu pun perlu mencoba hal ini. Mencoba membandingkan tulisan ketika ditulis di jam-jam yang berbeda.

Selamat malam!