Saya memutuskan untuk memangkas bagian ini. Lebih baik cukup jadi konsumsi saya pribadi. Saya kurang setuju–setelah berpikir sekira sejam pasca diposting–untuk memulai kembali tapi dengan sentimen negatif. Itu bukan saya.
Namun intinya, mengapa postingan ini ada, saya cuma ingin mengingatkan: jangan picik, jangan asal bunyi, jaga mulut masing-masing.
***
Sudah cukup lama saya tidak mengisi blog ini. Saya tidak merencanakan dan tidak menduga kalau kembalinya kali ini harus didahului oleh kemarahan. Namun, ketika gumpalan-gumpalan emosi ini cuma berpotensi jadi penyakit diri, saya kira jauh lebih baik kalau dikeluarkan sekalian.
Maaf.
Harap mengerti.
Saya berencana kembali rutin menulis di sini. Dan semoga tone semacam ini akan jarang kembali.