Memulai lagi, itu berani (day 1)

Melalui awal yang baru ini, setelah sekian lama saya memvakumkan diri dari kegiatan blogging privat, saya ingin mencari tahu apakah masih bisa sefasih dulu. Dalam artian: dulu saya begitu lancar dalam menumpahkan berbagai isi kepala ke dalam bentuk tulisan. Entah mengapa beberapa waktu kemudian, hal itu terasa sangat asing dan seperti dibatasi oleh pagar pemisah imajiner. Saya merasa peng-urung-an urun pikiran selanjutnya menjadi hal yang wajar. Saya merasa tidak lagi fasih berujar di periode tersebut.

Di waktu “kosong” itu, pelan-pelan saya mencoba mencari dan mengumpulkan keberanian untuk memulai menulis lebih personal lagi.

Dengan dimulainya kembali rutinitas menulis ini, saya kira merupakan awal yang baik pula. Sebab, dalam benak saya, fasih terbentuk karena terbiasa. Bukan kekal. Dan saya amat sangat mendambakan untuk bisa seperti itu lagi. Untuk secara lancar meluapkan segala pikiran positif dan kembali menjadi pribadi yang positif paling tidak buat diri sendiri.

Termasuk kalau saya harus mencak-mencak dulu demi mencapai level “positif” itu tadi.