Suspek flu (day 26)

Minggu. Saya sempat terbangun tengah malam. Dengan kondisi kegerahan. Setelah dari kamar mandi, saya kembali tidur. Pagi. Saya merasa lain. …

baca utuh

Jangan menumpuk (day 25)

Jangan biasakan menumpuk apa pun halnya. Pertama, ketika kita mulai melakukannya, selanjutnya hal itu jadi terasa wajar. Kedua, setelah muncul …

baca utuh

Aura kolektif (day 24)

Kolektif itu yang bikin beda adalah atmosfer menuntutnya. Ketika kita melakukan berbagai hal sendirian, dorongan kuat untuk segera menyelesaikannya adalah …

baca utuh

13 reasons why (day 23)

Pernah nonton The Butterfly Effect? Kali ini saya tidak akan membicarakan lebih jauh tentang substansi film tersebut, melainkan serial 13 …

baca utuh

Self service (day 22)

Semakin maju zamannya, saya kira semakin mandiri pelayanannya itu wajar. Dulu kita terbiasa menemui banyak pekerja di pabrik, toko retail, …

baca utuh

Tricky (day 21)

Menyikapi waktu itu sulit-sulit tricky. Kadang kita sudah bersusah payah melakukan perencanaan alokasi target, tapi ternyata mental kita bisa refleks …

baca utuh

Time planner (day 19)

Sampai hari ini, time planner terbaik tetaplah yang berwujud fisik. Bisa dicoret-coret, disentuh, dilihat langsung tanpa harus buka folder sana …

baca utuh

Waktu ideal (day 18)

Memulai proyek apa pun lebih efektif di pagi hari. Sebab, ketika sudah memasuki jam siang–paginya justru terbuang sia-sia–sisa harinya pun …

baca utuh

Pencahayaan (day 17)

Macam-macam pencahayaan tidak cuma jadi urusan dapur studio atau pembuat film. Di banyak hal, pencahayaan memegang peranan vital dalam hal …

baca utuh