Suspek flu (day 26)

Minggu. Saya sempat terbangun tengah malam. Dengan kondisi kegerahan.

Setelah dari kamar mandi, saya kembali tidur.

Pagi. Saya merasa lain. Hidung saya serasa ditarik ke belakang. Alamak, saya suspek flu.

Ini adalah penyakit remeh. Tapi penyakit yang paling saya hindari. Sebab, selama ini, flulah yang selalu berhasil bikin saya KO tanpa bisa ngapa-ngapain.

Namun, bukan berarti saya langsung menyerah pada benih yang sudah mulai terasa. Sejak beberapa tahun silam, saya sadar bahwa sugesti adalah obat paling mujarab.

Ketika mulai muncul tanda-tanda sakit, stop berulah seperti orang sakit. Lakukan sebaliknya. Lawan bibit penyakitnya.

Saya pun sadar bahwa di kondisi inilah tubuh berada di posisi minim asupan air. Saya glonggong air sebanyak banyaknya. Ya, saya jadi sering ke kamar mandi, tapi ya sudahlah.

Minggu siang. Sebelumnya saya telah banyak minum dan menyempatkan tidur, menenangkan diri, membiarkan mekanisme tubuh bekerja. Tengah hari kondisi saya lumayan baikan.

Berbekal keinginan tak mau dirugikan, saya terus-terusan mengunyah sugesti sampai malam datang.