Tricky (day 21)

Menyikapi waktu itu sulit-sulit tricky. Kadang kita sudah bersusah payah melakukan perencanaan alokasi target, tapi ternyata mental kita bisa refleks membelot. Entah untuk dampak baik maupun dampak buruk.

Hari ini saya sebetulnya sudah berjanji pada diri sendiri untuk mendedikasikan waktu pada penyelesaian bab empat. Ya, saya tetap melakukan progres, setidaknya setiap kerangka sudah terisi, tinggal menambahkan pengembangan narasi. Namun, karena kemarin saya begitu saja mengiyakan ajakan untuk bersenang-senang (dan direncanakan buat hari ini), saya pun batal seharian bersama alat ketikan.

Jawaban refleks kemarin pun muncul karena saya pikir sudah seharusnya memberikan asupan kejiwaan, meluapkan beberapa kekesalan yang menyumbat. Dan untungnya hari ini keputusan impulsif itu berdampak baik. Saya lebih lega. Cuma memang pekerjaan rumah saya jadi belum bertambah secara signifikan. Janji saya untuk pagi buta esok.