Multitasking tidak sekeren namanya. Kebetulan hari ini saya mencoba melakukan komparasi kecil-kecilan. Begini ceritanya.
Bayangkan kamu punya tiga bagian tulisan yang saling terkait tapi bisa dikerjakan sekaligus. Sekaligus di sini berarti kamu bisa memilih untuk mengerjakan yang mana dulu, ATAU, mengerjakannya secara berganti-gantian dalam satu waktu. Yang kedua itu yang disebut multitasking.
Bagi yang sudah agak terbiasa, harusnya implikasi tidak seberapa–dan tidak akan begitu kentara. Namun, ternyata, lebih enak kalau dalam sekali waktu otak kita diseting cuma fokus di satu tugas saja. Kalau satu tugas itu udah selesai, baru ganti tugas lain.
Meski multitasking tidak salah, tapi saya menemukan fakta pada diri sendiri bahwa mengerjakan satu-satu pun lebih sehat bagi batin, mengurangi stres. Saya tidak lagi merasakan dikejar-kejar oleh tiga target (kalau misal ada tiga bagian) secara bersamaan. Selain itu, mengerjakan satu bagian dalam sekali waktu pun membuat kerjaan selesai dengan lebih terukur, kualitasnya juga lebih mendalam dibanding kalau multitasking–karena kita dibuat lebih awas dengan detail.
Meskipun selama ini saya umum dengan multitasking, agaknya mulai hari ini saya lebih memilih untuk melakukannya sesuai kronologi.