No Place for Kids – Day 144 of 365

image

Project 2014 Day 144 of 365

24 Mei 2014.
Bisa jadi tidak akan ada hal istimewa seandainya mata saya tidak menemukan segerombolan anak-anak ini.

Mereka bersama-sama di dalam halaman parkir sebuah ruko yang kebetulan sedang tutup. Terbatasi oleh pagar-pagar tinggi yang menjadikan mereka tetap aman di dalam, tidak sampai ke badan jalan.

Lalu tidak akan istimewa kalau hanya anak yang menjadi gerombolan saja. Untungnya mereka membawa dua benda berwarna putih yang terbuat dari kertas.

Layang-layang. Kalau di desaku sebutannya layangan.

Dengan diikat senar, mereka saling berebutan ingin mencoba untuk mengangkasakannya. Bisa diduga apa yang terjadi?

Ya.

Gagal. Gagal.

Dan gagal.

Apa yang bisa diharapkan dari halaman yang hanya sekira tiga kali dua meter?

Layangan butuh tanah lapang yang lebih lega. Butuh teriakan kegembiraan yang lebih lepas. Butuh kebebasan yang tanpa pagar-pagar pembatas!

Saya benar-benar sedih melihat hal itu. Apa yang terjadi pada masa kecil saya menjadi lebih terasa precious dibanding dengan pengalaman mereka. Bagaimana mungkin menikmati permainan yang sekalinya coba diterbangkan hanya balik ke tanah ataupun keluar pagar? Ambil lagi, keluar pagar lagi?

Satu hal lagi yang membuat saya berpikir lebih lama: oh, sistem musiman ternyata masih berlaku bagi kesenangan anak-anak. Dulu saya begitu. Mungkin kali ini sedang musim layangan. Namun sedihnya, mereka tidak memiliki tempat yang layak. Tidak didukung dengan layak. Sulit membayangkan apakah kebahagiaan mereka kelak juga bisa disebut layak. Miris.

Sudah mengamati apa hari ini?

Tontonan hari ini series Kyle XY. Kalau Anda mencari tontonan tentang bentuk adaptasi struktural manusia yang unik. Ini bisa jadi referensi menyenangkan!