Tubi

15

@31harimenulis

Saya bahkan sampai membuka kamus untuk menentukan judul yang pas. Tubi merupakan terma yang tidak bisa berdiri sendiri. Ketika menjadi bertubi-tubi, maka implikasinya adalah “bentuk pengulangan.”

Inti dari hari ini sebenarnya untuk memberikan kesan-kesan di kelas Rabu pagi. Sayang, hari ini kelas ditiadakan, dan secara semena-mena dipindah besok. Kamis. Jam satu siang. Ketika saya ada kelas juga. Benar-benar sakpenake.

Tapi untungnya, bertubi-tubi yang membahagiakan itu datang. Sebagai anak media, kami seolah memang sengaja dididik untuk tidak terlena dengan indera psikologikal duniawi. Ketika anak media dengan diberi makan di kelas saja sudah merasa sangat bahagia. Sementara kelas sebelah bahagia karena diberi uang di muka.

Tadi nyaris siang, kelas Manajemen Media tiba-tiba menjadi meledak-ledak. Bayangkan, lima dosen di satu kelas! Panel ini! Bahas sesuatu yang berbeda, namun ada benang merahnya: manajemen media. Tapi serius asyik! Apalagi tadi yang berangkat hanya segelintir, kudapan lezat yang disajikan pun menjadi banyak stoknya. Saya otomatis nambah dua, jadi total tiga. Pun setelah itu, kami diberi sangu (akhirnya!).

Di kelas sore, isinya adalah kesan-kesan. Kami mengutarakan pengalaman unik apa saja yang telah dialami selama proses reportase, pun apa saja progres individu yang telah dirasakan. Lucu-lucu. Dengan ditutup oleh uang pencuci mulut yang, “Ya, lumayan lah.”

Maaf saya hari ini komersil.