“Menuju Rembulan”

17

@31harimenulis

Setelah puas dihujani serbuk-serbuk semiotika, ruangan berangsur sepi. Delapan puluhan orang mulai meninggalkan kursinya, mengarah ke lobi. Sudut makanan sudah nampak kosong, tinggal sisa-sisa bungkus dan gelas plastik bekas wadah Aqua. Saya dan tiga teman lainnya langsung keluar Gedung Societet. Kami secara bergantian mengambil foto untuk backdrop di berandanya yang masih disinari lampu. Selesai itu, kami menuruni tangga dan saya bertanya, “Bagaimana pendapat kalian?”