Dampak kurang tidur (day 11)

Pernah menyadari kondisi paling labil yang terjadi pada tubuhmu? Hari ini saya akhirnya benar-benar disadarkan akan hal ini. Ketika saya sedang dalam posisi kurang tidur, semua hal menjadi absurd.

Sebelum-sebelumnya saya memang sudah sadar bahwa kurang tidur berdampak kurang baik pada kestabilan emosi saya. Namun di waktu-waktu itu–di masa silam–saya mengira efeknya cuma berkisar di: semakin tidak sabaran, tidak suka melihat orang ngomongnya muter-muter, dan sebagainya.

Baru hari ini, saya tersadarkan, ternyata efeknya lebih buruk. Ketika dalam posisi kurang tidur dan pengin tidur saya bisa tiba-tiba kehilangan selera dan motivasi, bahkan pada hal-hal yang beberapa waktu sebelumnya bisa membuat saya sangat bersemangat sekali pun. Contohnya hari ini: di pagi hari saya masih dibuat hiperaktif karena sangat terkesan dengan cover lagu Spanyol terbaru yang dilakukan oleh Conor Maynard (orang Inggris). Bahkan di twitter saya, perasaan membuncah ini benar-benar kelihatan.

Namun, beberapa waktu kemudian, menjelang sore hari, saya tiba-tiba menyangsikan diri sendiri. Saya merasa semua musik jadi monoton dan hambar, termasuk cover lagu yang dibuat oleh Conor. Sore tadi bahkan saya bingung kenapa sebelumnya bisa sangat suka dengan lagu itu. Karena mencium sesuatu yang tidak beres, saya langsung memutuskan untuk tidur.

Benar saja, saya bangun beberapa jam kemudian; dan setelahnya, saya mencoba mendengarkan lagi lagu yang sama. Hasilnya impresif! Saya kembali dibuat hiperaktif ketika mendengarkannya. Di sinilah saya mulai sadar bahwa kurang tidur tidak cuma merusuh permukaan mental, tapi bisa sampai ke dalam-dalam. Waspada!