Ada satu hal absurd yang sampai sekarang saya masih bingung pendefinisiannya: mengisengi diri sendiri. Coba langsung saya beri contoh: kalau sedang iseng, saya hobinya meng-install ulang laptop milik pribadi.
Dari perilaku di atas, setidaknya ada beberapa pencilan yang bisa ditarik, 1) tindakan itu tidak dimaksudkan untuk membantu orang lain, 2) install ulang adalah tindakan menganiaya diri sendiri, 3) disebut menganiaya sebab setelah selesai si empunya mesti meng-install kembali pritilan program dan driver satu per satu, dan 4) apakah ini termasuk menganiaya, menyia-nyiakan waktu, atau kurang kerjaan?
Dari situ, saya beberapa kali berpikir kenapa cukup rutin melakukannya. Terkadang alasan di balik keisengan pada diri sendiri itu tergolong sepele. Seperti hari ini, saya melakukannya atas dasar laptop yang ada tidak mau terhubung dengan internet. Padahal, sudah lama saya tidak mengakses internet menggunakannya, biasanya cukup dengan smartphone maupun remix mini.
Padahal berikutnya, skripsi saya belum benar-benar tuntas; saya masih harus menyiapkan ppt serta berbagai berkas yang diperlukan ke depannya. Seselo itu saya justru install ulang, yang artinya turut hilang pula setingan-setingan “default baru” yang sebelumnya sudah saya buat supaya memudahkan pekerjaan–setingan dokumen baru, setingan render video dan template-nya, setingan software tag management, dan lain sebagainya.
Menindaklanjuti keisengan hari ini, mari bikin lagi setingan-setingan yang dimaksud. Mulai dari nol lagi, ya.