Kurang tidur. tiga. (day 51)

xx

@31harimenulis

Halangan terbesar ketika kita mau menyelesaikan suatu tanggungan sebenarnya bukan dari orang lain, tapi diri sendiri. Hal ini saya alami, saya akui, dan sering saya geluti.

Akan tetapi, jalan menuju “halangan diri” itu ada beragam rute. Ada yang langsung menyasar pribadi, ada yang lewat perantara orang lain, ada pula yang datang secara tidak sadar.

Halangan tipe pertama umumnya kita telah sadari bahwa itu merupakan tindakan tipu muslihat diri–dan naasnya tetap dilakukan. Semacam, kita seolah-olah punya cukup waktu untuk melakukan perbuatan bodoh, padahal fakta lapangannya: tidak–kita tak punya cukup alokasi durasi untuk itu. Langkah ini bakal berujung pada mandegnya agenda yang sudah disusun rapi-rapi sebelumnya–karena kemudian bingung harus menuntaskan prioritas yang mana dulu sebab seluruh rundown telah saling timpa dan saling geser.

Halangan tipe kedua umumnya tidak kita sadari bahwa itu menjadi sebuah bentuk penghalang. Alasan utamanya karena hal ini mempunyai perantara campur tangan orang lain, baik verbal maupun gestur. Yang paling umum terjadi adalah meluncurnya kalimat-kalimat pujian dari orang lain yang terlalu kita internalisasi sehingga malah lupa daratan. Ada pula yang berlaku sebaliknya, ketika kita jadi terlalu khawatir dan ambil pusing atas cercaan yang diterima dari orang lain. Di situasi seperti ini, penting untuk menjaga kontrol diri supaya tidak melesat ke level “hiper”.

Halangan tipe ketiga sifatnya terselubung: meski kentara, tetapi kita tidak sadar dan terus mengulanginya. Misalnya ketika sedang menyusun sebuah daftar ide utama penugasan di selembar kertas, bisa jadi tangan kita secara tidak sadar tiba-tiba meraih kertas lain dan mulai membuat origami; ada pula yang malah memainkan pena/pensil maupun membubuhkan ilustrasi refleks di pojok kertas.

Penanggulangan halangan di tiap orang berbeda-beda. Tidak ada bentuk kebakuan. Yang jelas, formula babon paling mutakhir masihlah: mengingat-ingat mana yang menjadi prioritas. Proses ini bisa kita lakukan sendiri, ataupun meminta bantuan orang lain buat mengingatkan. Saya kira kita semua sudah sama-sama memaklumi hal ini.