#notmynerd (day 52)

xxi

@31harimenulis

Pendekatan bisnis lama tidak bisa diterapkan sepenuhnya pada model bisnis baru. Akan ada yang tidak sesuai era, selebihnya bakal ada pro-kontra di baliknya–baik yang subtil maupun pertentangan terang-terangan.

Kali ini hadir sesosok di antaranya bernama Group Nine Media. Dia adalah perusahaan pemilik hak edar dan penentu keberlangsungan hidup banyak kanal media “baru”–yang mereka beli. Satu-dua di antaranya, Group Nine memiliki SourceFed dan SourceFedNerd yang lima pekan lalu diputuskan untuk cancelled.

Pemberhentian kegiatan produksi dan beragam kegiatan administrasinya secara total, termasuk pemecatan secara mendadak seluruh isi kantor, merupakan suatu kejutan yang tidak mengenakkan kala itu. Tidak hanya buat yang bekerja di situ, tetapi juga buat para penggemar yang sama sekali tidak diberi “warning” apa pun. Kejadiannya berlangsung terlalu cepat. Meski begitu, kami para penggemar, dipandu oleh hosts kesayangan, berusaha untuk menutup keputusan ini secara tegar dan baik-baik. Terjadilah rangkaian farewell nan mengharukan. Salah satu harapannya waktu itu adalah agar konten dua kanal utama tersebut akan tetap “ada”–tidak dihapus oleh Group Nine–sebagai arsip nostalgia.

Sayangnya, Group Nine melakukan kesalahan besar bertepatan dengan perayaan Hari Star Wars pada 4 Mei 2017. Mereka secara sepihak (tidak melibatkan orang lama SFN maupun fans) melakukan rebranding pada SourceFedNerd menjadi NowThisNerd. Masalahnya, tindakan ini alih-alih tampak seperti rebranding, justru terlihat seperti hijacking. Kenapa menjalankan lagi kanal yang sudah cancelled, dengan konten yang sama persis dengan yang dulu, tapi dengan orang-orang yang total baru? Seolah tidak ada rasa hormat dan penghargaan buat kerja keras para “penggede” sebelumnya yang kini telah dipecat massal.

Hal yang paling krusial tentu saja adalah Group Nine yang tidak juga belajar bahwa perlakuan pada media baru BERBEDA dengan perlakuan pada media lama. Media lama bisa saja langsung rebranding institusi sehabis melakukan perombakan “isi” sebab audiens bersifat pasif, audiens tidak punya pilihan lain selain menerima. Sedangkan di kasus SFN, audiens aktif adalah basis utama dan mereka adalah barisan loyalis. Mereka subscribe ke kanal karena secara personal mereka peduli dengan “hosts”-nya. Audiens merasa ada kedekatan emosional pada individu-individu yang terlanjur familiar dengan mereka. Audiens bukan loyal kepada brand, melainkan loyal kepada sosok-sosok “ikonik” ini. Ketika sosok ini hilang, hilang pula “selera” audiens pada apa pun bentuk subtitusinya–apalagi kalau format konten penggantinya sama persis dengan dulu tetapi wajah-wajah “depan kameranya” sama sekali asing.

Dalam kasus ini, saya tidak habis pikir, kenapa Group Nine tidak membuat kanal baru saja? Subscribers lama SFN tidak mengharapkan kanal kesayangan mereka diisi oleh orang-orang baru yang sama sekali tidak mereka kenal apalagi kontennya tidak lebih visioner dibanding sebelumnya. Jadi, wajar kalau kemudian banyak subscribers lama yang terpaksa unsubscribe massal pasca mengetahui “perubahan tak diinginkan” yang terjadi.

Audiens SFN hadir buat SourceFedNerd. Group Nine tidak bisa memaksakan supaya kami tiba-tiba beralih menikmati NowThisNerd. Mestinya kalau ada “produk hasil rebranding”, mulai lagi dari nol, bangun lagi basis audiens naturalnya. Buat kanal baru. Saya merasa sangat tersinggung dengan keputusan gegabah ini. NowThisNerd is NOT my nerd.