xvi
@31harimenulis
Berbeda dari tulisan-tulisan beberapa waktu belakangan, posting kali ini sudah bikin saya tidak sabar sejak kemarin.
Kebetulan kemarin saya iseng membuka statistik untuk blog ini. Di salah satu bagian, ada informasi tentang sudah berapa banyak tulisan yang terunggah.
Sampai Sabtu lalu, angkanya sudah menyentuh angka 599. Artinya, hari ini, berbarengan dengan naiknya tulisan ini, jumlahnya telah genap 600 buah.
Jumlah yang cukup bikin saya takjub. Mengingat saya sempat vakum lebih dari setahun, sempat nge-drop proyek di 2015, dan sempat bolong-bolong di awal tumblr ini hadir.
Angka 600 juga menjadi penanda bahwa saya punya cukup bahan buat sewaktu-waktu dibaca ulang untuk melihat progres hidup saya sudah sejauh mana.
Satu hal yang saya suka tentang kegiatan tulis menulis ini adalah keautentikannya. Saya bisa jamin bahwa mayoritas tulisan di blog ini benar-benar bikinan sendiri. Meski begitu, saya tidak bisa jamin bahwa saya bisa bikin ulang tulisan yang sudah ada. Artinya, saya tidak bisa membuat duplikasi tulisan yang telah terunggah. Hasilnya pasti akan beda, nyawanya pasti akan beda.
Kemustahilan membuat karya tulis yang sama persis inilah yang membuat progres kita bisa sangat tampak. Bisa jadi tulisan saya yang dulu lebih baik daripada yang sekarang. Bisa jadi juga sebaliknya.
Dan upaya pembiasaan menulis yang telah saya lakukan lewat blog ini merupakan sebuah proses panjang yang sangat berharga. Umpamanya CV, ini adalah kumpulan pengalaman yang lumayan menarik untuk disimak.
Layaknya satu setengah bulan lalu ketika saya memutuskan untuk kembali nge-blog pasca hiatus satu tahun lebih, saya mengawalinya dengan membaca ulang puluhan tulisan saya sebelum-sebelumnya.
Ada haru yang susah terdefinisi. Haru yang sangat dekat dengan sanubari.