xv
@31harimenulis
Menyembuhkan migrain yang kadang mampir di kepala saya sebenarnya cukup mudah. Begitu pun sebaliknya.
Cara terampuh sejauh ini selain dengan menggunakan obat padat adalah dengan melakukan dialog. Namanya juga dialog, artinya paling tidak melibatkan dua orang.
Dialog yang selanjutnya saya sebut sebagai ngobrol ini memiliki tingkat efektivitas tinggi dalam hal mengundang/menyembuhkan kepala nyut-nyutan. Namun, ada syaratnya.
Kalau obrolannya dianggap oleh tubuh saya sebagai golongan menyenangkan, secara mekanisme internal biasanya langsung membuat saya sehat dan bertenaga. Kalau obrolannya tidak menarik dan malah bikin saya frustasi, ini yang bahaya–dari yang awalnya sehat bisa jadi migrain, dari yang awalnya migrain jadi tambah migrain.
Dan standar obrolan menyenangkan ini tidak dibangun oleh kesadaran pikiran saya. Ini benar-benar berasal dari respons internal diri saya secara menyeluruh. Makanya, saya sendiri sampai sekarang kesulitan untuk menggeneralisir mana yang masuk topik menarik, mana yang tidak.
Satu hal yang saya pahami, obrolan asyik itu tidak melulu tentang hal yang sudah familiar. Hal awam sekalipun ketika penyampaiannya mampu menggugah gairah, bisa termasuk ke kategori obrolan menarik.
Jadi, mohon jangan tersinggung kalau tiba-tiba saya bilang “jadi migrain, nih” setelah ngobrol dengan kamu (misalnya). Mungkin, obrolan yang terjadi tidak cukup menarik. Saya sudah memperingatkan. Harap maklum.