Bermusim-musim bersama (day 42)

xi

@31harimenulis

Silicon Valley, serial bikinan HBO, selalu berada di tempat terbaik di memori saya. Sejak musim pertama hingga kini mulai season keempatnya.

Bukan semata-mata hanya sebagai sajian hura-hura. Bukan cuma sebagai tontonan tanpa makna.

Namun, serial ini berjalan beriringan dengan apa yang terjadi di kehidupan riil linimasa proyek-proyek saya. Inisiasi, merangkak, berlari, lalu terseok, dan sampai limbungnya. Terlalu banyak kemiripan kita.

Di musim pertama, kita sama-sama memperjuangkan asa. Memulai rencana-rencana dengan tujuan mega. Semua masih tampak penuh euforia.

Lalu hadir musim kedua, kini semua hal tampak serupa dihadapkan pada realita. Posisi di mana tidak semua hal tampil sekadar baik-baik saja. Mulai muncul masalah satu dua.

Tiba-tiba sudah masuk saja ke musim ketiga, kondisi terasa balik arah menyerang kita. Fondasi awal yang sekira kokoh ternyata akhirnya limbung jua. Kita sama-sama tak berdaya.

Dan semuanya kembali bermula di musim keempat yang memang berawal tidak langsung sempurna. Kali ini kita kembali meraba-raba sambil menyelamatkan beberapa hal yang bisa diselamatkan sebisanya. Kita sama-sama tidak ingin menyakiti satu dan lain pihak yang kini sudah berbeda. Kita berjuang sebagai seorang pejuang tanpa pasukan raksasa.

Meski perjalanan ke depan kali ini seolah lebih berat dari sebelumnya, setidaknya kita masih percaya pada kado terindah dari dunia. Kelak kita akan bersua, mengingat sekarang yang ternyata menjadi titik balik tak bercela.

Untuk Selasa apresiasi diri.