Tulisan ini berasal dari rangkaian tweet yang tertulis di https://twitter.com/a_ef/status/844883291517808640
(Dengan sedikit perubahan dan keterangan tambahan)
1.
IBOMA ini kok inkonsisten, ya. Kalau basis nominenya adalah jumlah raihan box office, jangan pakai kata “TERBAIK”. Gunakan “TERPOPULER”.
2.
Ingat, laris belum tentu bagus. Ada faktor massa. Ada faktor genre. Ada faktor timing. Ada faktor lain yang berujung pada popularitas.
3.
Popularitas belum tentu sebanding dengan kualitas. Apalagi syarat elemen penjuriannya parsial gini (menembus daftar 10 besar film terlaris di tahun terkait). Timpang.
4.
Coba cari ajang pembanding. Ga ada yg sengawur ini. Paling dekat Teen Choice Awards dan MTV Movie Awards.
5.
Namun mereka pun ga latah ngasih nods ke semua 10 besar box office. Mereka tetap menyortir itu, makanya tetap pas disebut “terbaik” versi mereka.
6.
Itulah kenapa IBOMA ini cacat dalam rencana. Kenapa aku menyarankan terpopuler? Sebab kalau terlaris itu sudah crystal clear pemenangnya.
7.
Kalau terpopuler itu nanti bisa gabungin skala penilaian terpopuler versi juri dan penonton. Kalau terlaris, ya sudah penilaian cuma dari hasil penonton.
8.
Buat yang sudah/baru mau bikin award-award-an, mohon ini dipikirkan secara matang. Bukan apa-apa, tapi kalau ngawur gini namanya pembodohan.