Mohon maklumi kalimat pembuka setelah ini yang cukup njelei karena bakal campur-campur (susah menemukan padanan yang pas, sedangkan saya sungguh tetap ingin menuliskannya dalam bahasa Indonesia).
“The good thing about internet is” kita merasa menjadi bagian dari komunitas tertentu tanpa syarat. Kita akan dengan senang hati untuk merasa berada di satu wadah yang sama, berpikir tentang hal yang sama, bahkan ikut emosional karena alasan yang sama. Atas praduga di atas, saya ingin mendedikasikan hari ini untuk mengapresiasi SourceFed.
Bagi kamu yang tidak mengikuti kabar terbaru (atau tidak mengikuti cuitan di twitter saya tadi pagi), ada kabar menyedihkan yang menghantam saya: SourceFed resmi dibatalkan. Pembatalan ini tidak cuma buat SourceFed, tapi juga SourceFed Nerd dan People Be Like.
Sebelum lebih jauh lagi, apa sih itu?
Jadi, SourceFed dkk tersebut adalah tiga kanal YouTube yang berbeda. Di awal, cuma ada yang namanya SourceFed dan diinisiasi oleh Philip DeFranco–ya, YouTubers yang mengabdikan kanalnya untuk jadi lumbung informasi teraktual. Dari yang awalnya cuma SourceFed (lima tahun silam), lalu lini ini beranak-pinak. Sebabnya tak lain dan tak bukan karena saluran ini memperoleh sambutan positif dari warga internet. Lebih-lebih karena niche mereka adalah informasi seputar dunia pop culture. Sampai di sini, kamu pasti langsung paham kenapa saya merasa sangat terhubung dengan mereka.
Namun, perjalanan SourceFed nyatanya tidak melulu tentang idealisme “menghidupi” suatu kanal YouTube. Beberapa waktu setelah dirilis untuk pertama kalinya pada 2012, ada perusahaan media yang mengakuisisi. Namanya Discovery. Sejak berada di tangan Discovery, Phil otomatis tidak lagi mengurusi keputusan-keputusan manajerial dari SourceFed. Atas dasar kekuatan kapital ini, tidak heran kalau kemudian Discovery pada penghujung Maret 2017 memutuskan untuk membatalkan keberlanjutan SourceFed secara mendadak–dugaan saya karena laba proyeksi tidak sesuai dengan fakta lapangan.
Keputusan pemutusan sepihak inilah yang membuat saya sangat gamang. Bagaimana tidak? Sekali lagi lini kreatif pada akhirnya tidak berkutik ketika berbenturan dengan realitas pemodal. Sebagai seorang yang rajin mengikuti kanal SourceFed dkk (meski baru intens dua tahun terakhir ini) saya langsung merasa sangat kehilangan, tidak tahu harus berbuat apa.
Bahkan refleks pertama saya pasca SourceFed merilis video pekan perpisahan (setelah sebelumnya didahului oleh video Table Talk terakhir) adalah mencari konfirmasi dari para host SourceFed di twitter. Saya me-retweet banyak kicauan perpisahan mereka, bahkan merajuk supaya para host tetap aktif di YouTube dengan lebih banyak membuat konten di kanal pribadi mereka.
Kondisi panik ini membuktikan bahwa pembuka tulisan ini tidak bohong. Saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar komunitas Philip DeFranco-SourceFed. Yang membuat saya lekat bukan cuma karena suka video-videonya, tapi juga karena saya merasakan kedekatan dengan para host-nya. Sungguh, kalau kamu punya waktu untuk mengecek kanal mereka, pasti paham kenapa saya bilang para host ini sangat tidak berjarak dengan audiensnya.
Dengan berakhirnya SourceFed, artinya saya pun kehilangan salah satu sumber konsumsi utama sehari-hari. Saya tidak akan bersua dengan video informatif harian mereka, tidak akan menyaksikan #TableTalk lagi, bisa jadi pun bakal sangat jarang menyaksikan chemistry sarap para host ketika di depan kamera.
I miss SourceFed already.