[Gores] #Beat2015 2/365

Selamat petang,  #Beat2015 2/365

Perlu diketahui bahwa pelampiasan emosi dengan medium karaoke selama tiga jam pada 31 Desember 2014 lalu ternyata menyumbang cukup banyak rasa bersalah di kemudian hari. Bukan karena kegiatannya (karena sebenarnya saya memang sudah cukup lama menantikan momen teriak-teriak itu), namun pada tenggorokan saya yang sebenarnya sedang tidak dalam kondisi baik.

Tiga hari ini saya merasa was-was sebab tenggorokan jadi terasa perih tiap mau menelan apa pun. Bahkan ludah dan air pun ikut terasa menyiksa. Hari itu (Rabu), saya tidak punya clue sama sekali. Terlebih karena saya pikir itu hanya karena kekurangan tidur. Lalu malamnya saya sempat browsing, simpulan sementara mungkin ini hanya panas dalam biasa (masalahnya saya tidak pernah tahu rasa panas dalam itu seperti apa).

Hari kedua, perih itu tetap ada. Maka kemudian diminumkan lah larutan khusus panas dalam. Tetap saja perihnya terasa merongrong tenggorokan. Baru kemudian hari ini saya memeriksakannya. Ternyata luka, semacam tergores oleh sesuatu.

Saya lalu ingat bahwa Rabu pagi lalu saya makan udang dengan terburu-buru. Dugaan saya, kulit udangnya belum benar-benar hancur, namun sudah saya coba telan duluan sehingga menggores lapisan rongga. Efek dari goresan yang terjadi mungkin seperti kena sariawan tapi bukan di mulut (yang saya sendiri juga belum tahu rasanya sariawan itu seperti apa).

Nah, kan, kenapa juga kemarin Rabu saya tidak kontrol kelakuan diri supaya lebih jaga suara, pantesan perihnya jadi agak tambah parah.

Alhasil, dua hari terakhir ini saya benar-benar harus pikir dua tiga kali kalau mau ngomong langsung dengan orang. Bahkan minum dan makan saja harus saya posisikan biar masuk ke tenggorokan bagian kanan (karena lukanya berada di sebelah kiri).

Jujur, ini benar-benar membuat saya tidak nyaman dalam melakukan banyak hal.