Selamat malam 1/365
Rasanya baru kemarin ketika saya mengawali postingan dengan frasa “Project 2014 Day 1 of 365”. Kali ini resmi memasuki masa bahwa masa aktifnya diperpanjang dengan beberapa fitur tambahan.
Ada beberapa koreksi yang harus saya lakukan supaya tahun ini (setidaknya) bisa sedikit diminimalisir. Pertama, untuk proyek tiap hari menulis ini. Mungkin banyak di antara kalian yang mengamati bahwa saya lumayan sering menumpuk postingan. Kenyataan di belakang layarnya berbunyi, “Saya sering menumpuk draf tulisan, lalu diposting kapan-kapan.” Itu adalah kelemahan utama yang ditemui, ada beberapa faktor misalnya koneksi yang tidak mendukung, draf yang saya lupa taruh di mana, bahkan draf yang lupa saya cantumkan tanggal sehingga harus dirunut lagi kapan itu terjadi. Meski begitu, saya memang menulis setiap hari. Sehingga simpulan awal: proyek menulis tuntas. Tinggal menyusulkan beberapa draf yang masih harus saya rekap (tidak semudah kelihatannya).
Kedua, mengenai proyek menonton film setiap hari. Ya, tanpa harus dilakukan peninjauan ulang, proyek ini berhasil dilalui tanpa kendala. Ketiga, menonton minimal dua vlog YouTube setiap pagi: done, dan… membuat satu vlog tiap pekan. Eeeee… rasanya seperti 2013 lalu, sempat terputus beberapa bulan, lalu lanjut lagi di kemudian hari.
Keempat, membuka KBBI setiap hari. Tidak berjalan mulus. Tapi sebagai gantinya, setiap pagi dan atau siang dan atau sore saya rutin membuka portal berita Kompas, BBC, dan New York Times. Mungkin ini bisa dibilang sebagai subtitusi.
—
2014 berlalu dengan meninggalkan begitu banyak up and down. Harus saya akui bahwa 2014 berjalan lebih menantang dari 2013–yang saya katakan merupakan salah satu tahun termulus. 2014 membuat saya berkali-kali harus melakukan introspeksi karena kecerobohan individual yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. Apa daya? Manusia itu memang pemaaf dan pelupa. Meski ada banyak hal yang bisa dijadikal alasan hidupnya penyesalan, 2014 tetap menjadi tahun yang penuh kejutan dan kebaikan pun kebahagiaan. Saya menemukan bagian diri saya yang semakin bisa membaca gelagat semesta, mencari celah untuk menciptakan dunia kreatif sendiri, dan tidak terlalu mengambil pusing hal-hal yang memang tidak perlu dianggap sebagai masalah. Hidup terlalu berharga untuk terus dirundung perasaan bersalah.
Saya memahami banyak sekali sudut pandang di 2014. Meninjau ulang apa itu makna “sense of belongings” hingga akhirnya menunjukkan emosi yang sebelumnya lebih saya pilih untuk tetap di dalam kuali jiwa. Menemukan lagi bahwa sebenarnya jalan untuk tiap manusia itu memang unik dan sesuai dengan karakter dasar penciptaannya. Dan sekali lagi saya bersyukur tetap bisa memahami semua itu.
—
Mengawali tahun baru ini, maka tidak bisa tidak bahwa tentu tantangan akan semakin kentara. Maka dari itu, proyek tahun ini saya sebut #Beat2015.
Mengapa #Beat2015? Bukan, bukan karena motor saya beat. Arti term “Beat” yang saya pilih adalah “kepakan”. Kata ini benar-benar memiliki makna mendalam bagi saya selama beberapa tahun. Terutama ketika saya masih SMA. SMA N 8 Yogyakarta dengan fragmen “kepakan sayap Pakci” berhasil membuat saya terus berusaha untuk tidak begitu saja tunduk pada sistem. Melainkan terbang ke manapun yang disukai, asal tetap bertanggungjawab supaya bisa terus membanggakan. Maka #Beat2015 berarti tahun ini benar-benar saya jadikan sebagai landasan baru yang lebih tinggi untuk bisa mengepakkan sayap lebih perkasa di tahun-tahun setelahnya. Perlu dipahami ulang, bahwa fondasi adalah syarat mutlak supaya bangunan bisa berdiri kokoh. Maka saya percaya bahwa tahun ini adalah saatnya saya kembali memperluas dan memperkuat fondasi saya. Mungkin terbaca terlalu klise dan formal, namun apa salahnya untuk membicarakan ini pada dukungan semesta?
Dalam rangka untuk menyukseskan #Beat2015, maka sejak ulang tahun saya yang ke-20 pada 11 September 2014 lalu, saya sudah menyepakati beberapa hal. Apa yang saya tulis kala itu, maka mulai hari ini lah tanggungjawab itu saya laksanakan dengan konsekuen.
Saya memulai kesepakatan damai dengan diri sendiri pada tahun lalu dengan bentuk tulisan, maka #Beat2015 tetap menjadi suksesi proyek tersebut. “#Beat2015 Day/365” siap menjadi pembuka yang menggairahkan saya setiap hari. Pun begitu dengan sehari minimal nonton satu film, terlebih saya berharap bisa lebih sering menuliskan review panjangnya.
Membuat vlog per pekan dan menonton minimal dua vlog YouTube tiap hari menjadi penebusan dosa atas apa yang berlubang tahun lalu. Ditemani dengan proyek menyelesaikan bacaan satu novel tiap pekan, serta membaca dan mempelajari satu screenplay film tiap dua pekan.
Pada akhirnya, tanggung jawab untuk menjaga otak supaya tidak pikun, maka kegiatan membaca portal online juga tetap berjalan. Sekaligus, semakin bersungguh-sungguh mengurus tersapa.com. Saya melihat masa depan yang cemerlang pun cerah dengan pintu terbuka lebar di situ.
Selamat datang 2015. Senang bisa berbagi cerita lagi denganmu.