
Project 2014 Day 20 of 365
Selaras dengan alam adalah hal paling indah yang bisa terjadi apabila hal ideal adalah tujuan bersama. Tidak hanya non manusia, namun manusia pun harus memberikan rasa emosional yang sama. Yang memiliki kehidupan adalah gabungan banyak makhluk ciptaan Tuhan. Meski tidak terjadi komunikasi langsung, setidaknya alam memberikan intuisi yang tepat. Tinggal mau disadari atau tidak. Saya pun terus berusaha memahami radar alam yang selalu berseliweran, seringnya saya gagal menangkapnya, bahka mecoba menyadarinya pun tidak.
Batin saya sangat tergetar hari ini setelah menonton episode baru Jalan-Jalan Men. Lokasi yang dipilih untuk memulai tayangan awal tahun 2014 ini adalah Tanjung Puting di Pulau Kalimatan. Tentu Anda akan lagsung tahu tempat macam apa yang akan dieksplorasi. Saya sendiri baru mengetahui tentang tempat ini setelah dua tahun lalu membaca Supernova Partikel yang ditulis oleh Dee.
Tanjung Puting adalah sebuah hutan lindung bagi salah satu primata asli Indonesia: Orangutan. Mungkin hampir semua dari kita pernah menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, entah kapan itu, saya pun mengakuinya. Namun ketika menyaksikan episode ini, perasaan yang muncul adalah: melindungi. Saya seperti mendapat aura magis bahwa sekarang orangutan membutuhkan lebih banyak backup dari yang sudah ada. Musuhnya bukan lagi satwa lain berjenis karnivora. Namun berupa ciptaan kebanggan Tuhan bernama manusia. Inilah salah satu efek ketika sebuah makhluk pun diciptakan dengan dilengkapi nafsu dunia. Maka tidak semua orang bisa megontrolnya. Lumayan banyak yang akhirnya berorientasi pada kemapanan pribadi tanpa melihat sisi kemakhlukan.
Pencetus salah satu camp di Tanjung Puting menyatakan alasannya mengapa memilih melakukan pekerjaan ini, “Awalnya saya hanya berniat untuk kunjungan biasa. Kemudian saya melihat orangutan. Saya menatap mata mereka. Matanya memberikan kesan bahwa mereka juga punya soul. Saya tergerak dan akhirnya memutuskan untuk mengabdi di sini.” Sangat sederhana. Kalimat seperti ini lah yang membuat batin saya bergetar seperti yang telah saya sebutkan di awal, hanya butuh sebentuk punia dari setiap perasaan manusia.
Soul, jiwa, nyawa, bukan hanya monopoli manusia saja. Bahkan makhluk lain juga merasakan hal yang sama. Hanya saja kita tidak sadar karena terlalu sibuk dengan hubungan horizontal antar manusia. Perilaku adalah yang terlihat ketika jiwa kita mencoba untuk membuat sedikit perubahan, sekecil apapun itu. Yang jelas, hari ini saya benar mendapat banyak ilmu kehidupan setelah menonton episode ini. Ketika perjalanan bukan hanya mengenai pemenuhan hasrat adrenalin, namun juga batin untuk terus diasah kehidupan yang sedang terlaksana.
Sudah tergerak untuk melalukan apa hari ini?
punia (n) pemberian secara ikhlas