THE HUNGER GAMES: CATCHING FIRE (2013)

Rating MPAA: PG-13
Duration: 2 hr. 26 min.
Genres: Action & Adventure, Science Fiction & Fantasy
Directed By: Francis Lawrence
Written By: Michael Arndt, Simon Beaufoy, Suzanne Collins
In Theaters: Nov 22, 2013 Wide
Production House: Lionsgate Films
Cast: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Elizabeth Banks, Stanley Tucci, Woody Harrelson, Sam Clafin, Jena Malone
SYNOPSIS
THE HUNGER GAMES: CATCHING FIRE begins as Katniss Everdeen has returned home safe after winning the 74th Annual Hunger Games along with fellow tribute Peeta Mellark. Winning means that they must turn around and leave their family and close friends, embarking on a “Victor’s Tour” of the districts. Along the way Katniss senses that a rebellion is simmering, but the Capitol is still very much in control as President Snow prepares the 75th Annual Hunger Games (The Quarter Quell) – a competition that could change Panem forever. © Lionsgate
REVIEW
Kamis, 21 November 2013, akhirnya berkesempatan menonton salah satu film paling saya tunggu tahun ini di hari premierenya, yaitu: Catching Fire. Merupakan sekuel dari The Hunger Games yang sudah tayang tahun lalu.
Mungkin saya harus bercerita tentang teknis detik-detik sebelum masuk ke teaternya. Pagi hari, saya bersama 15 teman lainnya sudah janjian untuk nonton bareng, maka kami membeli tiketnya via mtix. Ini adalah pengalaman menonton film paling bar-bar yang pernah saya alami. Bayangkan 16 orang! Kami mengambil jam tayang 18:40 selesai kuliah dan di studio 2. Saat sudah memasuki studio, ternyata penuh, perasaan excited saya tambah menggila. Begitulah gambaran ringkas tentang apa yang terjadi.
Saya tidak punya celaan untuk film ini. Jujur ini bukan bentuk subjektifitas yang berlebihan, malah sebaliknya, saya berusaha seobjektif mungkin dalam menilai karya layar lebar ini namun tetap saja saya dibuat speechless. Biar saya jelaskan.
Sebagai sebuah film adaptasi novel, dan kebetulan saya sudah membaca pun fanatik dengan novelnya, ini adalah film yang sangat setia dengan novelnya. Saya sempat kaget dengan hal yang satu ini, which is very impressive! Directornya, Francis Lawrence yang pernah menyutradari juga film I Am Legend, saya bilang adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan cerdas dalam menggarap film ini. Dari segi plot, ada beberapa bagian yang diubah karena merupakan kebutuhan pembangun cerita. Namun pengubahan ini saya akui memang pilihan cerdas dan harus dilakukan, karena kalau tidak, twist di film ini (bagi yang belum baca novelnya) bakalan ga berefek. Apabila saya memosisikan diri sebagai penonton biasa yang bukan fans berat trilogi novel ini, maka saya bisa merasakan twist itu ada dan berhasil. Terbukti setelah selesai nonton, teman-temanku banyak yang lumayan kaget dengan degan twist yang dimaksud. (Spoiler di post terpisah)
Selain dari segi cerita yang terbangun kokoh, visualisasi Catching Fire juga sangat memanjakan mata. Efek visual yang digunakan sangat mumpuni dan sesuai dengan bayangan ketika membaca novelnya. Gambaran arena battle dan siklus jamnya sangat menggambarkan novel, dan saya suka dengan hal ini.
Sedikit tambahan saja, saya adalah orang yang sangat sensitif dengan adaptasi novel ke film. Kalau adaptasinya bagus ya saya bilang bagus. Tapi kalau jelek ya saya bilang jelek. Film ini di atas ekspektasi saya, Francis sekali lagi tahu bagaimana membuat pembaca tidak kecewa dengan filmnya. Ada beberapa adegan lucu yang tersebar di sepanjang film ini. Masalah departemen kostum, sinematografi, make-up dan akting tidak perlu dipertanyakan lagi semua tampil prima. Jennifer Lawrence seperti biasa, cantik yang tidak wajar, selalu mempesona.
Pada penghujung review ini, saya mengatakan bahwa Catching Fire menjadi presentasi akhir tahun yang sangat kuat dari berbagai aspek yang disuguhkan. Film ini saya pikir adalah sebuah sekuel yang brilian dimana tidak hanya terkait secara alami dengan prekuelnya, namun juga dengan sangat baik membuka kunci untuk film selanjutnya, seperti di novelnya (maaf kalau terlalu banyak perbandingan dengan novelnya, karena ini adalah sumber primer yang terkait dengan adaptasi ini). Saya bilang juga, versi novel dan film ini setara tingkatannya. Kalau kamu mencari detail, silakan baca novel, namun kalau sebagai sebuah film, media ini sudah tepat mencari mana yang perlu ditampilkan ke layar dan mana yang bisa di-skip, artinya kamu tidak bisa nge-judge bahwa film ini tidak lebih bagus dari novelnya, untuk kasus ini, kedua versi itu sama bagusnya. Bahkan karena rasa impressed yang saya dapat setelah menonton Catching Fire, rasa luar biasa puas, akhirnya saya dengan senang hati, rela memberikan skor 10/ 10 [ini kejadian langka!].
Menjadi salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. Saya juga nobatkan menjadi salah satu film adaptasi dari novel fantasi terbaik, bahkan di atas film Harry Potter yang juga saya suka film dan novelnya. WAJIB TONTON!
(Nanti akan ada satu postingan berisi penjelasan tentang beberapa hal yang banyak ‘penonton biasa’ tanyakan setelah selesai menonton film ini)
#MayTheOddsBeEverInYourFavor
#ThreeFingersSalute