Tes Verbal – Day 120 of 365

Project 2014 Day 120 of 365

30 April 2014. Tadi ujian lisan, bro! Tidak sekompleks ujian hidup namun tetap bisa memberikan sensasi nervous yang sama. Sepertinya memang sudah ditentukan bahwa hal sesederhana apapun yang disanksikan bahwa kita bisa lalu dites selalu akan menjadi momok menakutkan. Takut salah. Takut tidak bisa. Takut segalanya.

Padahal, kan, itu berangkat dari pemikiran kita sendiri?

Saya masih ingat dua pertanyaan yang dilontarkan. Tulisan ini hanya akan menjelaskan dua hal itu, karena saya anggap bobotnya sudah seperti satu postingan, bahkan dua kalau mau lebih merinci.

Pertama. Ada tiga jenis komunikan–orang yang diajak berbicara–yaitu empati, analisa, dan sintesis. Empati adalah pendengar yang baik, interupsinya hanya berupa pengiyaan dan tidak mencampuri masalah orang lain. Analisa adalah pendengar yang kepo, dia terus menggali sesuai dengan alur yang diberikan komunikator, bahasa gampangnya seperti jalannya deep interview, tujuannya mulia: untuk bisa membedakan mana fakta dan mana perasaan. Yang terakhir adalah sintesis, ini adalah golongan bijak, selain bisa mendengarkan dan menggali, komunikan jenis ini sudah pada ranah memberikan masukan, solusi.

Pertanyaan kedua adalah problem utama dari komunikasi adalah, “I know you understand what I said, but I’m not sure that’s what I mean.” Ini adalah kajian utama kita bersama. Semua orang. Bisa lah memberikan pandangan masing-masing tentang hal ini.

Sudah diuji apa hari ini?