#20thPROJECT
#week5
5 Tahun
29 Mei 2014.
Tahun kelima bisa jadi merupakan salah satu fase yang sulit untuk diabaikan begitu saja. Saya menerima dengan sangat santai ketika ibu saya mengatakan bahwa saya masih harus duduk di bangku TK. Meski pada waktu itu umur saya sudah nyaris enam. Tapi memang sudah ditekankan dari dulu bahwa di keluarga saya, masuk SD minimal sudah atau hampir berumur tujuh.
Kala itu terasa janggal melihat mantan teman-teman sekelas yang sudah berubah mengenakan seragam SD ketika saya masih memakai seragam TK.
Dan lagi saya masih berada di kelas yang sama, tapi dengan orang-orang baru. Benar-benar baru. Tapi toh seingat saya, sebenarnya tidak menjadi masalah.
Pada babak ini saya juga ingat pernah menangis gara-gara sengaja didorong oleh murid lain sampai jatuh di kalen (semacam parit). Saya lapor bu guru. Hahaha. Lucu juga ketika mengingatnya.
Nol besar #2 saya di tahun kelima yang nyaris memasuki tahun enam ini juga merupakan awal ketemu dengan Johan Sandi. Teman yang TK, SMP, SMA, dan Kuliah nya akhirnya selalu sama dengan saya. Sekarang dia di teknik sipil.
Sampai jumpa di tahun ke-6 minggu depan!