
Judul: Wild | Sutradara: Jean-Marc Vallée | Pemeran: Reese Witherspoon, Laura Dern, Gaby Hoffmann | Genre: drama, biografi | Durasi 119 menit | Rilis: 19 Desember 2014
A chronicle of one woman’s 1,100-mile solo hike undertaken as a way to recover from a recent catastrophe.
Secara guyonan, “127 Hours” akhirnya mendapatkan pendamping wanita yang pantas, Wild, tapi tidak sesial itu. Dari sisi visual dan perjalanan yang dilakukan keduanya hampir sama. Bedanya, pemeran utama di Wild, Reese Witherspoon, hanya kehilangan kuku jempol, tidak sampai terhimpit oleh batu besar. Namun kedua film tersebut sama-sama diadaptasi dari cerita nyata.
Penampilan Reese (memerankan Cheryl) dalam Wild memang layak mendapatkan pujian, emosinya terbangun dengan sangat baik dan berjenjang. Apalagi ketika di adegan pembuka penonton langsung disuguhi visual yang menyakitkan baru kemudian flashback, kurang ajar memang. Tidak hanya pemain utamanya, para pemain pendukung yang kebanyakan ditemui oleh Cheryl sewaktu di perjalanan (dan di masa lalu) pun semakin menguatkan kualitas akting Reese. Meski hanya berpapasan sebentar, peran mereka di tiap bagian durasi sukses meninggalkan kesan tersendiri. Dari semua pemeran pembantu, memang karakter ibu dari Cheryl lah yang kemudian paling kuat ikatannya.
Momen flashback lagi-lagi dijadikan kunci untuk menuju ke klimaks. Bertebaran di mana-mana sejak awal. Meskipun pada beberapa bagian, editing serta kilas balik yang diberikan masih terlihat dipaksakan dan kadang rasanya tidak perlu. Namun hal itu masih bisa ditolerir.
Plot yang ditawarkan berjalan dengan model penuturan layaknya buku harian. Bertambah unik ketika banyak kutipan (Cheryl juga hobi membaca buku) yang dituliskan kembali oleh karakter Cheryl setiap sampai di perhentian untuk menuliskan data diri. Pun untuk wanita sekeras kepala tokoh utama, kepribadian barunya mampu membuat jatuh hati dengan mudah, pencarian jati diri lewat perjalanan tiga bulannya semakin memperkuat kesan itu. Departemen suara (scorring, editing, serta mixing) dan visual (sinematografi) sukses menunjang kesan dramatis yang coba dibangun.
Menonton Wild seperti menonton perjalanan batin dan fisik seorang manusia yang sungguh menggugah dan tidak cengeng. Saya benar-benar menikmati setiap momen ketika sedang menonton film ini, rasanya tidak ingin cepat-cepat berakhir. Apalagi setelah saya dipuaskan oleh cara sutradara Jean-Marc Vallée dalam menyajikan momen akhir hasil dari perjalanan panjang bermil-mil menyusuri daratan menuju garis penghujung tersebut.
8,8 dari 10 bintang.
—
Tulisan ini juga ada di tersapa.com