[Two Days, One Night] #Beat2015 31/365

Judul: Two Days, One Night | Sutradara: Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne | Pemeran: Marion Cotillard, Fabrizio Rongione, Catherine Salée |  Durasi 95 menit | Genre: Drama | Rilis 2014

Sandra, a young Belgian mother, discovers that her workmates have opted for a significant pay bonus, in exchange for her dismissal. She has only one weekend to convince her colleagues to give up their bonuses so that she can keep her job.

Sempat digadang-gadang sebagai calon pemenang Oscars 2015 untuk kategori Best Foreign Languange Pictures, namun sayangnya juri yang merupakan anggota AMPAS tidak meloloskannya bahkan untuk untuk sekedar menjadi nominasi. Mungkin terdengar tidak adil, karena akting Marrion Cottilard di sini benar-benar total dan wajib diberikan apresiasi. Namun ternyata memang Marrion lah yang pada akhirnya berhasil lolos masuk ke nominasi prestisius Aktris Terbaik.

Inti screenplay yang digelontorkan sangat sederhana: Sandra, seorang perempuan pekerja yang terancam kehilangan pekerjaannya karena dianggap sudah tidak mampu bekerja sebab sering sakit-sakitan lalu mencoba meyakinkan teman-temannya yang lain supaya menyelamatkan pekerjaannya (dengan dua opsi: Sandra dipecat atau mendapatkan bonus ekstra) dalam pungutan suara yang bahkan hanya berjarak dua hari. Dengan kesederhanaan yang ada, justru itu lah kunci sukses Two Days, One Night dalam menyajikan heartbreaking moment di sepanjang durasi. Jelas sang sutradara Jean-Pierre Dardenne dan Luc Dardenne harus diberikan apresiasi pula atas kesabarannya dalam menggarap film ini, semua adegan terasa mengalir tanpa terlihat adanya keinginan untuk buru-buru.

Dari sisi teknis, tidak ada hal yang menonjol. Semuanya memakai ke”natural”an. Termasuk latar belakang suara, misalnya saja gulungan credit title yang hanya memakai bebunyian jalan raya, atau ketika backsong yang sesekali muncul dengan memutarkan lagu dari dalam mobil.

Agaknya memang pola penggambaran karakter perempuan yang “kebingungan” semacam ini sedang populer dan disenangi. Tahun sebelumnya Cate Blanchett sukses menyabet Oscars lewat perannya di Blue Jasmine, lalu periode berikutnya emosi serupa ditunjukkan oleh Julianne Moore lewat Still Alice, Jennifer Aniston lewat Cake, pun Marrion Cottilard lewat Two Days, One Night (Moore serta Cottilard musim ini bersaing di kategori Oscars yang sama, sedangkan Aniston juga sempat masuk nominasi Golden Globes 2015).

Sekali lagi, kesederhanaan lah kunci utama suksesnya Two Days One Night. Tidak neko-neko.

8,5 dari 10 bintang. 

—

Tulisan ini juga ada di tersapa.com