11
@31harimenulis
Nowhere Boy adalah film biografi yang menjadi cantik karena tidak terlalu ambisius.
Kebanyakan film bergenre biografi akan mencoba merangkum sebanyak mungkin timeline kehidupan si tokoh. Misalnya dari kecil hingga dewasa atau sampai meninggal, pun ada pula yang mengambil jangkauan durasi tahun yang cukup panjang. Kelemahan dari metode tersebut adalah plotnya bakal terlihat kehilangan fokus. Kalaupun ada sutradara yang berhasil menjadikannya menarik, jumlahnya masih terlalu minor.
Nowhere Boy tidak masuk ke dalam kategori itu. Film ini secara menarik hanya mengambil fragmen hubungan John Lennon dengan sang bibi (dipanggil Mimi). Meskipun di dalamnya juga terjadi perjumpaan kembali antara John dengan Ibunya (Julia) setelah lama tidak pernah diperbolehkan untuk bertemu. Si Ibu lah yang lalu memantik John untuk terus mengasah kemampuan bermusiknya hingga berlanjut bersama teman-temannya membuat group band di awal karier. Lalu ditampilkan pula awal mula pertemuan John dengan Paul, rekan The Beatles-nya di kemudian hari.
Film ini lucu banget! Penonton seperti diajak menonton teater, alih-alih film!
Aaron Taylor-Johnson si John Lennon sukses tampil flamboyan dan bandel khas anak muda British di saat yang bersamaan. Chemistry Aaron dengan pemain lain, terutama teman-teman sepermainannya, sanggup menciptakan bentuk keirian tersendiri. Karakter lain yang sukses mencuri perhatian adalah Mimi yang diperankan oleh Kristin Scott Thomas serta Paul yang diperankan oleh Thomas Brodie Sangster. Oh ya, jangan lupakan fakta bahwa para cast yang tampil bernyanyi di layar itu benar-benar nyanyi. Nowhere Boy lebih banyak melakukan perekaman ulang yang dibawakan langsung oleh pemeran terkait ketimbang memakai track asli—ada, namun hanya sedikit.
Terwujudnya jalinan apik itu jelas didukung oleh kecerdasan Sam Taylor-Wood (sang sutradara) dalam mengarahkan film ini sejak adegan awal—sedangkan bagian terbaik berada di 20 menit terakhir. Pun sinergi dengan departemen sinematografi, production design, costume design, dan make-up & hairstyling berhasil menghasilkan gambar dengan tone yang beratmosfer kuat era itu—sangat cantik. Lalu ditambah departemen scorring, editing, serta efek visual secukupnya juga membuat kesan elegan untuk film ini semakin menonjol.
Secara keseluruhan, Nowhere Boy adalah sajian yang mengenyangkan. Meskipun kalau dilihat, kekurangpuasan yang paling menonjol hanya terletak pada durasi singkatnya—satu setengah jam. Implikasinya adalah banyak adegan yang nampak berjalan terlalu cepat, porsi cameo menjadi benar-benar seadanya. Sebaliknya, mungkin hal itu juga menguntungkan karena membuatnya terlihat padat—tapi kan dengan atmosfer yang ada, akan lebih enak ketika durasinya lebih panjang. Setidaknya rasa “kurang” yang timbul bisa ditutupi dengan kepuasan mendengarkan balutan aksen British yang kental di seluruh bagian.
8,3/10