All Around You (Akhirnya Pentas Juga)

10

@31harimenulis

Selasar Barat FISIPOL UGM, pukul 19.01

Titak mengucapkan terima kasih banyak setelah diperbolehkan bergeser tempat dengan Mbak Basara. Suara latar masih berupa celotehan-celotehan yang saling bersahutan, pun check sound untuk mic yang akan digunakan juga sedang berlangsung. Nanda, yang ada di samping saya, sedang sibuk mengambil gambar dengan kamera besarnya.

Di ujung lainnya Harry galau menyebut spanduk atau poster. Sementara Prita di belakang saya merasa terganggu dengan kabel yang berada di bawah karpet tempatnya duduk.

Di depan saya ada beberapa orang yang masih berlalu lalang melakukan finishing set panggung. Di lantainya berserakan daun kering dan kertas. Ada gerobak angkringan dengan kursi yang masih nangkring di atasnya. Lampu tiang di sayap kiri memancarkan cahaya kekuningan yang terpantul di lantai keramiknya. Sementara di perbatasan panggung, tiga mic bersama penyangganya yang pendek siap membuat suara pemain supaya lebih keras.

Tiba-tiba, Babi datang dan merusuh tempat duduk. Sok-sok an bilang “hae” sebelum dipukul mundur ke belakang oleh kerumunan yang masih minim.

19.09 dan pertunjukan masih belum dimulai.