24
@31harimenulis
Kamar, 12 Juni 2015, 19.08 WIB
Adik saya berujar “isya” berkali-kali kepada simbah putri. Beliau langsung bangun dari tempat tidur untuk mengambil air wudhu. Sebelumnya terdengar guyuran air dari gayung, entah untuk menyapu apa. Sementara di bawah meja multifungsi ini saya masih bisa mendengarkan banyak detak jam. Jam yang berada di tiap ruangan, karena memang bebunyiannya beda-beda, bisa dibedakan. Barusan juga suara cicak terkekeh ikut menghampiri.
Intermezzo–saat ini terasa cukup panas. Bahkan di malam hari saya masih dibuat kegerahan. Ditambah oleh bising kendaraan bermotor dan beruntun lalu lalang.
Kendaraan bermotor masih saja bersahutan. Apalagi menuju iqomah. Biasanya akan berhenti setelahnya, pada sampai ke masjid.
Jam di ruang tengah masih berdetak paling keras.
Akhirnya, iqomah berkumandang. Selamat malam!