25
@31harimenulis
Tidak baik sebenarnya (setidaknya menurut saya) memulai awal paragraf dengan kalimat tanya. Namun biasanya saya melakukan beberapa pengecualian, termasuk kali ini, sebab susah mencari model pembuka lain. Mengapa saya bisa menyukai series se-popcorn Younger?
Jawaban singkatnya adalah karena atmosfer series atau film macam ini selalu menyenangkan. Agak sulit juga menyatakan series macam ini ke dalam suatu genre. Mungkin drama komedi ringan. Tapi bukan seluruhnya begitu juga, ya semoga Anda bisa lebih baik dalam menangkap maksud serupa. Omong-omong, membuat saya senang itu cukup mudah, beri saja film semacam karyanya Nolan, atau sodorkan film tentang manusia-manusia labil umuran tanggung tapi punya niche-nya masing-masing–jadi tidak mentah begitu saja.
Kembali ke Younger: episode awal hingga nyaris akhir di season pertama mampu menjaga tempo penceritaan dan kontrol emosi dengan cukup baik. Terutama tentang transisi pemeran utamanya dari seorang ibu-ibu-janda berusia 40 tahun menjadi mbak-mbak publisis berusia 26 tahun yang kemudian dapat pacar mas-mas tukang tato berusia 26 tahun yang kadang perform musik di suatu bar. Menarik melihat hubungan aksi reaksi antar karakternya (tidak terbatas hanya yang di atas), termasuk dengan rekan kerja, bosnya, anaknya, orang kenalan barunya, pun housemate-nya.
Sayangnya, ritme itu mulai goyah di dua episode akhir. Di episode 11 serial ini menurut saya terlalu terburu-buru dalam menelanjangi identitas Liza si tokoh utama. Lalu dilanjutkan oleh season finale-nya yang ternyata lebih ngebut, tiba-tiba saja banyak permasalahan baru bisa langsung selesai di satu episode. Meski memang masih ada beberapa hal yang sengaja ditinggalkan untuk season berikutnya kelak. Tapi tetap saja, ayo lah, mengapa tidak mencoba sedikit bersabar untuk bermain dengan rasa geregetan penonton? Sinetron Indonesia sangat lihai dalam memainkan plot macam ini.
Terlepas dari itu semua, setidaknya season finale berjalan dengan padat. Durasi duapuluh menitnya terasa cukup untuk membuat penonton bersabar menanti musim keduanya yang kemungkinan baru akan hadir tahun depan. Ya, saya tetap menantikan kelanjutannya! Good job untuk Younger season pertama.