Vlog 101: Editing

xix

#pakpolisiblog @kolomkaca @padakacarma

Fase berikutnya, editing, berada di tataran menarik malahan ketika baru pertama kali berkenalan. Ya, paling tidak ketika pertama kali mengoprek software-nya. Dan lebih asyik lagi kalau itu dilakukan secara bertahap. Misalnya tidak langsung tiba-tiba mencoba menjadi ahli Premiere.

Pasalnya dulu saya seperti itu. Dimulai dari Movie Maker lalu berikutnya merambah Ulead dan pada akhirnya secara bergantian menggunakan Sony Vegas maupun Adobe Premiere. Pada kelanjutannya Vegas masih menjadi favorit saya karena prosesnya yang ringan–fitur tidak jauh beda dengan Premiere.

Nanti bakal terasa bagaimana excited-nya ketika lagi rajin-rajinnya mempelajari cara kerja software editing. Penginnya duduk terus di depan laptop sambil terus menggerak-gerakkan mouse, mengekliknya, dan sesekali memencet tombol di keyboard. Kalau saya dulu, saking penasarannya sampai menghabiskan kuota internet buat mengunduh video-video tutorial di YouTube. Percaya atau tidak, lebih mudah mempelajari itu dari video dibandingkan membaca instruksi teks. Di samping itu, belajar secara otodidak juga menyenangkan, lebih menantang.

Nantinya, setelah sudah fasih dengan fitur yang tersemat, perkara editing adalah mudah. Waktunya tidak terlalu lama. Tapi itu dalam kondisi terburu-buru. Kalau lagi pengin asyik ya bisa sekian jam sendiri bahkan berhari-hari.

Editing vlog sesungguhnya cukup sederhana: masukkan video, potong, beri transisi, beri teks, atur warna gambarnya, sematkan latar musik, lakukan finishing, terakhir tinggal eksport. 

Berani coba ikut (memulai) vlogging?