Menunda tidur (day 28)

Dilatih untuk banyak memiliki sangat banyak waktu luang di dua semester terakhir membuat saya semakin ahli dalam melakukan penundaan terhadap apa pun.

Sebelumnya saya banyak menggunakan dalih: sekarang sudah capek, istirahat dululah; tapi nyatanya sampai dua tiga jam berikutnya saya belum juga terlelap. Di waktu-waktu itu, saya tidak melakukan apa pun kecuali melakukan kegiatan selingan. 

Akibatnya, saya yang biasanya bangun di pagi buta pun menganggap bahwa waktu tidur saya kurang. Bangun jam dua atau jam tiga pagi rasanya jadi begitu mengintimidasi, sebab saya yakin bahwa paginya (jam tujuh atau delapan pagi) saya akan terserang kantuk lanjutan.

Pola tidur ini harus segera disembuhkan kalau saya ingin kembali bergairah seperti dulu.