Sekian waktu rehat dari urusan desain maupun presentasi sungguh bikin “sense” saya tiarap. Salah satu yang paling bikin senewen adalah ketika Januari lalu saya mesti membuat ppt untuk Seminar Proposal. Saya lupa bagaimana dulu bisa dengan mudah merangkum materi presentasi hingga hanya muncul sekian kata di slide, saya lupa bagaimana caranya membuat slide tampak menarik tapi tetap sederhana. Ketakutan “mengulang kehebohan ppt” seperti waktu semprop dulu bangkit lagi hari ini. Kalau dulu semprop yang tidak terlalu tebal saja saya latah dengan memasukkan terlalu banyak kalimat ke dalam ppt, bagaimana sekarang yang wujud fisiknya tembus 200 halaman?
Menolak melakukan kesalahan serupa, pagi ini saya langsung menelusur track-record desain ppt buatan saya sebelum-sebelumnya. Menyesap kembali bagaimana cara saya dulu menyuling intisari. Untunglah, proses penyusunan tiga belas slides ini selesai magrib tadi. Saya puas dengan hasilnya. Semoga memang sudah cukup akomodatif. Semoga.