Tunda (day 71)

Tadi ketika saya baru mau laporan kehadiran, tiba-tiba saja saya diberitahu bahwa kemarin sore Mas Bari lupa mengirim email pemberitahuan susulan kepada saya. Intinya adalah sidang ditunda karena dosen pembimbing masih di luar kota. Alhasil saya baru tahu nasib tersebut di hari H; ketika saya sudah siap dengan ragam amunisi dan telah sampai di kampus. Lucunya, saya benar-benar tidak masalah dengan keembuhan yang terjadi–mau gimana lagi, kondisinya memang sudah terlanjur demikian, mau marah juga tidak ada guna, kan? Yang bikin panik cuma, “Bagaimana saya harus mengabarkan mundurnya jadwal ini secepatnya kepada teman-teman yang sudah nge-chat kemarin-kemarin?”

Kalau saya ingat lagi di malam ini justru bikin tertawa sendiri: tertawa karena nyatanya saya sudah sangat maklum dan familiar dengan kesibukan mas dosen pembimbing, tertawa mengetahui respons teman-teman saya, pun tertawa karena itu artinya saya nganggur selama sekian hari ke depan.