[anggap ini sebagai penebusan saya atas kevakuman selama tiga pekan belakangan]
Ini adalah salinan ucapan terima kasih yang juga saya lampirkan di jilidan skripsi saya.
***
UCAPAN TERIMA KASIH
Skripsi ini tidak mungkin tiba-tiba selesai begitu saja. Selain berbagai hal yang telah saya usahakan selama sekian bulan belakangan, ada pula keterlibatan “tangan-tangan” istimewa yang saya sendiri tidak tahu harus membalas kebaikan ke mereka dengan seperti apa.
Terima kasih kepada Allah SWT, Tuhan yang saya percayai. Sungguh nggak paham lagi, sebab perlakuan-Nya begitu baik kepada saya. Selama ini benak saya selalu dipenuhi oleh angan-angan dari A sampai Z, bahkan hingga dilanjut lagi ke digit berikutnya; satu per satu ragam aspirasi itu terwujud secara ajaib. Ada yang sesuai dengan mekanisme yang saya inginkan, ada yang Dia wujudkan lewat cara lain—yang di awal kadang saya sempat berburuk sangka, tapi nyatanya selalu mewujud hal yang jauh lebih baik pada akhirnya. Terima kasih karena telah memberi kepercayaan dengan menghadirkan saya di dunia, saya senang dengan dinamika hubungan kita yang tidak selalu baik-baik saja.
Selanjutnya, terima kasih tak terhingga kepada keluarga saya. Terima kasih kepada Puji Hartana dan Siti Nurhidayah, bapak dan ibu saya, yang tidak pernah rewel menuntut saya ini itu, yang bersedia memberikan dukungan finansial tanpa pernah mengeluh di hadapan saya. Terima kasih sudah percaya pada segala pilihan yang saya ambil, yang mungkin pilihan-pilihan itu terkadang masih asing di benak dan telinga kalian. Terima kasih kepada Hanifah Nur Fadhilah, adik saya, yang terlalu sering terusuhi ketika saya sedang butuh rehat dari aktivitas bikin draft dan mengetik. Terima kasih juga kepada Mbah Ngawen dan Mbah Dhuri.
Berikutnya terima kasih kepada Mas Budi Irawanto, dosen pembimbing yang sibuknya luar biasa. Sekian bulan periode bimbingan memang kuantitas pertemuannya tidak seberapa, tetapi sekalinya bimbingan justru bisa ngobrol lama berkualitas, pun ada berbagai hal yang dibicarakan hingga menghasilkan beragam insight menarik. Cara bimbingan yang “membimbing” bukannya “mendikte” membuat saya benar-benar paham harus mengarahkan skripsi ini ke mana dan harus bagaimana ketika tiba-tiba menemukan kejanggalan di tengah jalan. Terima kasih juga kepada Mas Ardian Indro Yuwono dan Mas Widodo Agus Setianto yang telah menjadi dosen penguji. Pun terima kasih kepada Mbak Lisa Lindawati yang telah menjadi dosen penguji di seminar proposal tetapi harus diganti sewaktu jadwal sidang sebab sudah keburu cuti melahirkan.
Lalu, terima kasih tak terhingga kepada teman-teman saya. Teman-teman seangkatan Composer UGM (Ilmu Komunikasi 2013), terutama: Swastati Dipta, yang selalu jadi teman ngobrol yang asyik sejak awal daftar ulang sampai sekarang, dan selalu sekelompok sebelum akhirnya dibagi konsentrasi; Abiyoga Anantya, yang njelei dan asyik sejak awal ketemu (daftar ulang), pun terlalu sering sekelompok, dan membuat saya semakin serius menekuni dunia website sejak proyek pertama kita—tersapa; Chiara Anindya, yang telah mengizinkan saya menjadi salah satu saksi pertama ketika dirimu mulai memasuki dunia riset serius, yang selalu menjadi teman sekelompok di semester empat dan lima; Hanifa Eka, yang dulu daftar ulangnya depan-belakang, eh sekarang dosen pembimbingnya samaan, pun selalu barengan ketika konsultasi maupun menertawakan keabsurdan proses ini, dirimu bentar lagi juga selesai!; Anisa Rahayu, Alya Chandra, Catharina Kania, Muhammad Zaki, Fauzi Ananta, Arief Prawidya, Wanda Ismarosa, Nurlita Prima, Retyan Arthasani, Aliftya A, Amsa Nadzifah, Elfi Husniawati, Amalia Pramestiarini, Arifin Prasetya, dan teman-teman Composer lainnya, kalian sangat menyenangkan dan penuh dengan drama serta kejutan yang selalu bisa ditertawakan bersama. Saya sangat bangga dan bahagia bisa mengenal kalian.
Terima kasih kepada teman-teman di Kaca KR dan Padakacarma yang selalu sangat inspiratif, mencerahkan, dan asyik diajak bertukar pandangan: Imas, Tifa, Kenia—sering-seringlah tea party—Mas Agung, Mbak Dhita, Mbak Ameng, Mbak Lynda, Mbak Desti. Terima kasih kepada teman-teman KKN-PPM UGM 2016 JTM-23 yang minim drama (walaupun tetap ada) di Desa Sidonganti, Kerek, Tuban dan tetap akrab sampai sekian waktu setelahnya. Terima kasih kepada WWM yang nggak ngerti lagi kenapa bisa ada sekelompok makhluk yang segesrek ini otaknya: Lintang (Bontang), Ipit, Nisa (Nisul), Nimas (Nimbus), Idfi (Ipong), Arum (Bibah), Winda (Jipi). Terima kasih juga buat teman-teman SMA yang sangat menyenangkan: Adiyanti (Ette), Sekar, Zulfa, Nia, Syalba, Riyo, Riza, Berilla (Bey).
Terima kasih kepada berbagai proyek “sok ngide” saya yang menjadi jaminan supaya otak ini tetap waras: menonton film-TV series (juga menulis review-nya) dan video YouTube (terutama kanal: Jacksgap, Casey Neistat, Philip DeFranco, David Dobrik, serta Steven Suptic) setiap hari; mendengarkan podcast mingguan yang beragam, menyenangkan, nan insightful—Only Stupid Answers (Sam Bashor dan DJtalkstrash), Boys Only Club (Steven Suptic dan Reina Scully), Views (David Dobrik dan Jason Nash), Not too Deep (Grace Helbig); menulis untuk tumblr pribadi, tersapa.com, ngepop.com, dan platform lainnya; serta beberapa proyek lain yang telah selesai, sedang berjalan, dan yang masih dalam perencanaan.
Tidak lupa, terima kasih kepada Christopher Nolan dan filmografinya (terutama Memento (2000)) yang berhasil membuat saya jadi film enthusiast. Terima kasih kepada mendiang Roger Ebert yang telah menjadi inspirasi terbesar saya untuk menekuni bidang film criticism. Juga terima kasih kepada J.K. Rowling dan Andrea Hirata, dua nama ini adalah alasan mengapa saya bisa mencintai aktivitas membaca dan menulis tanpa henti.
Terakhir, terima kasih kepada banyak hal (baik yang berwujud orang, hewan, gagasan, tempat, maupun khayalan) yang belum bisa saya sebutkan secara spesifik di sini karena pasti akan jadi ke mana-mana. Campur tangan langsung maupun tidak langsung dari kalian semua sama-sama berdampak besar bagi saya.
I can’t thank you guys enough.
10.06.2017
Muhammad Ikhwan Anas (aefanas)