Pengang | Kamis Reverse

duapuluhsatu

@31harimenulis

Kemampuan saya mengidentifikasi hari memang sudah agak-agak mampat. Dua hari lalu saja saya sempat bersikukuh pada diri sendiri bahwa kali itu sudah Rabu, padahal nyata-nyata masih Selasa.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah masalah tanggal merah. Saya tak awas tentang kapan idul fitri tahun ini. Saya pun tak sadar bahwa hari ini hari libur nasional. Tapi, makin berumur agaknya memang hari-hari seremonial itu makin kehilangan daya magisnya (setidaknya di pikiran saya).

Dulu kala, selalu sudah tersusun rapi agenda apa saja buat bersenang-senang di waktu luang seharian itu. Sampai-sampai malamnya semangat bergadang dengan dalih bisa bangun siang–di kasus saya: mustahil terjadi (pasti selalu terbangun pagi buta). Itu dulu.

Sekarang?

Tiap ada waktu luang selalu lebih memilih merebahkan punggung di atas kasur. Kadang sambil memutar musik atau video yang keluaran suaranya terhubung ke speaker kamar sampai pengang. Anehnya, kondisi itu malah bisa bikin saya tertidur pulas.