Rewel Generik

Di interaksi langsung, sudah tak terhitung berapa kali saya berucap ini: flu dan batuk adalah dua penyakit generik yang paling layak dimusuhi.

Keduanya membawa fase pre-, kejadian, dan pasca- yang rutenya kayak tidak bisa ditebak kapan bakal berakhir. Di kasus saya, pernah durasinya cuma dua hari, pernah pula sampai beberapa pekan. Yang terjadi saat ini? Sudah genap sepekan dan batuknya masih sisa sedikit sengkil-sengkil (tidak intens).

Masalahnya lagi, dua penyakit keparat itu–yang meskipun sangat umum menjangkiti–treatment-nya tidak segampang penyakit generik lain.

Bandingkan dengan pusing atau diare, cukup minum obat sekali yang bisa dibeli di warung (paramex dan entrostop), keduanya langsung ciut, ga rewel (ya, terkadang ada kasus khusus, tapi tidak sering hadir). Pun, tidak ada yang namanya sensasi sakit bercabang. Pusing ya di kepala, diare ya di perut. Dengan flu dan batuk? Tremornya bisa sekujur tubuh.

Apa nggak bikin senewen?