Hari lahir Pancasila itu hari ini. Saya baru sadar kalau hari ini pun berlabel merah alias hari libur, nyaris saja tadi mau ke kampus–ngapain libur-libur ngampus. Satu hal yang menyita perhatian saya adalah tiba-tiba muncul kontroversi terhadap slogan perayaan hari libur ini: Saya Pancasila, Saya Indonesia.
Ada yang bilang kalau semestinya bukan itu, lebih baik Kita Pancasila, Kita Indonesia. Katanya kalau pakai saya justru mengalienasi yang lain.
Stand point saya adalah (karena sedang malas babibu panjang-panjang): saya memilih slogan yang pakai “saya”. Alasan singkatnya: perubahan besar bermula dari diri sendiri terlebih dahulu. Apalagi setelah kita beberapa waktu belakangan justru dikoyak-koyak oleh kolektif destruktif.
Yakinkan dulu dengan diri sendiri, baru jadi kolektif yang konstruktif.