[Breakfast Club] #Beat2015 30/365

Akhirnya hari ini menonton ulang film lawas ini supaya bisa menulis reviewnya lebih panjang.

—-

Judul: The Breakfast Club | Sutradara: John Hughes | Pemeran: Emilio Estevez, Judd Nelson, Molly Ringwald | Durasi: 97 menit | Genre: Comedy, Drama | Rilis: 15 February 1985 (USA)

Five high school students, all different stereotypes, meet in detention, where they pour their hearts out to each other, and discover how they have a lot more in common than they thought.

Kalau saja Anda termasuk penonton yang tidak sabaran, mungkin film menarik ini akan kehilangan atensi Anda bahkan sebelum sampai di pertengahan. Entah disengaja atau tidak, namun The Breakfast Club memiliki gaya penceritaan yang tidak jelas arahnya sejak di bagian awal. Bahkan pengenalan nama masing-masing tokoh baru terjadi setelah sepertiga durasi berjalan.

Premisnya adalah kedatangan lima tokoh utama yang menjalani hari hukuman di Shermer High School. Ini lah hal menarik pertama yang muncul, kelima tokohnya datang dengan penggambaran yang berbeda, terutama mereka yang diantar menggunakan mobil. Baru setelah itu, mereka memasuki sebuah ruangan dan diminta untuk menulis esai tentang diri masing-masing. Adegan setelahnya berwujud kekacauan, bahkan banyak hal absurd yang terjadi–termasuk rencana mencoba untuk kabur. Hal menarik berikutnya adalah saat mereka memasuki sesi makan siang, mengamati makanan apa yang dibawa oleh tiap karakter menjadi clue berikutnya untuk menguak arah cerita.

Inti dari film ini sendiri baru terbaca setelah memasuki paruh sepertiga terakhir. Di situ masing-masing karakter mengadakan sesi pengakuan mengenai alasan-alasan mengapa mereka bisa sampai kena detention. Dari hal itu lah kemudian baru terjadi dan terlihat jalinan emosi yang kuat untuk masing-masing pemainnya.

Kesan lucu menjadi hal wajar untuk muncul ketika mengamati film di era ini (80-an), dialog-dialog yang dilemparkan menjadi lugu di banyak bagian, namun juga membingungkan di bagian lain—terutama karena adanya gap generasi. The Breakfast Club menjadi salah satu sajian yang tepat ketika ingin memahami kehidupan remaja, toh memang masih terdapat cukup banyak kesamaan problem hingga saat ini.

7,5 dari 10 bintang. 

—-

Tulisan ini juga ada di tersapa.com