[Tak3n] #Beat2015 13/365

Selamat malam, #Beat2015 13/365

Tulisan ini telah termuat di laman tersapa.com

image

Judul: Taken 3 | Sutradara: Olivier Megaton | Pemain: Liam Neeson, Forest Whitaker, Maggie Grace |  Durasi: 109 menit | Genre: Action, Thriller | Rilis: 9 Januari 2015

Ex-government operative Bryan Mills is accused of a ruthless murder he never committed or witnessed. As he is tracked and pursued, Mills brings out his particular set of skills to find the true killer and clear his name.

Liam Neeson kembali disandingkan dengan sekuel kedua Taken. Namun sepertinya film yang satu ini tidak lagi cocok menyandang tajuk “Taken 3″, sebab saya lebih melihat plot yang ditawarkan adalah balas dendam yang kurang jelas. Dari fakta ini, semestinya judulnya menjadi Taken: Vengeance.

Hal lain yang mencuri perhatian adalah salah satu desain poster official yang dipakai. Berbeda dari dua film pendahulunya yang menampilkan Mills sendirian dengan shoot cukup jauh, di Taken 3 ini dia tampil close-up. Lucunya lagi, desain yang dipakai menurut saya sangat buruk. Foto Neeson yang membawa gun, kemudian dipotongkan dengan tulisan TAK3N. Mengherankan, seolah tim kreatifnya sudah kehabisan ide dan stok filter. Tapi untungnya untuk poster yang tayang di Indonesia, visualnya sedikit lebih baik.

Dinilai dari segi cerita yang diberikan, Taken 3 tampil sepadan dengan konsep posternya: tidak meyakinkan. Peran Oliver Megaton sebagai sutradara tidak menonjol di sini, bahkan cenderung tidak mampu memberikan sequence yang baik. Terlepas dari Neeson yang tetap berusaha tampil baik, namun sayangnya banyak karakter lain yang berakting ala kadarnya–ekspresi mereka malah cenderung buruk. Hal ini sangat mungkin terjadi karena pengaruh pemberian premis awal yang tidak rapi dan kurang jelas, hingga pada akhirnya twist yang diberikan juga terlihat dipaksakan.

Taken 3 terlihat lebih ambisius dengan CGI dan visual metropolis dibanding dua prekuelnya, yang sesungguhnya malah berhasil mendukung kesan “action”-nya (meski saya masih gagal paham mengapa harus ada kehadiran beberapa helikopter segala). Namun sebaliknya, untuk departemen suara, penonton terlalu banyak diperdengarkan efek serupa dengungan yang terkesan mengganggu.

Secara keseluruhan, Taken 3 masih terlihat mentah di banyak bagian. Akibatnya, beberapa adegan menjadi terlihat hanya sekedar sebagai tempelan. Bahkan masih diperburuk dengan hubungan antar karakter yang kurang kuat, termasuk tentang terlalu banyaknya kecerobohan yang dilakukan oleh instansi kepolisian–malah kesannya pihak polisi tidak becus.

6/10