#20thPROJECT
#week15
15 Tahun
07 Agustus 2014.
Saya kembali berjumpa dengan UN. Di kelas IX ini saya sampai memutuskan untuk memasang target. Dengan berbagai macam pertimbangan saya memilih angka 38,8. Meskipun kemudian pada kenyataannya, target tersebut tidak bisa terpenuhi. NEM saya hanya 37,35.
Saya menikmati proses kali ini. Bahkan ujian sekolah dan ujian praktik dijalankan dengan perasaan bahagia. Melihat teman-teman saya yang lain juga memiliki semangat yang sama untuk menyukseskan tahun terakhir di Sekolah Menengah Pertama ini.
Patut disyukuri ketika memang kami mendapatkan guru yang paham betul bagaimana cara menggerakkan murid-muridny. Saya mengingat nama Bu Wiyani, mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. Guru yang benar-benar berdedikasi saya katakan. Berhasil membuat saya mencintai mapel Bahasa Indonesia lebih dari sebelumnya. Apresiasi yang diberikannya saya anggap merupakan sihir tersendiri (bahkan saya masih ingat dengan naskah pidato tulisan saya sendiri). Sama halnya dengan Bu Trap, mengajar fisika dengan suasana kelas cukup mengintimidasi namun nyatanya ampuh membuat saya memahami fisika. Beberapa guru lain juga melakukan hal nyaris serupa, tapi memang kadar dedikasinya berbeda-beda.
Peringkat saya naik drastis. Semester pertama dan kedua saya memperoleh peluang yang sangat besar untuk menyusul Johan. Dan pada akhirnya, di semester terakhir kata terlampaui itu terwujud. Nilai ijazah saya melebihi dia, meskipun dari jumlah NEM, Johan lebih tinggi 0,15. Peringkat paralel saya adalah nomor lima dari dari 200-an siswa.
Lanjutan kemudian, kejadian membekas terjadi, sebab saya terlempar dari SMA N 3 Yogyakarta ke SMA N 8 Yogyakarta dalam sistem RTO penerimaan siswa baru. Rasanya tidak karuan pada awalnya. Penenangan diri memang tidak selalu mudah. Untungnya, di tahun berikutnya saya akhirnya mensyukuri hal tersebut.
Sampai jumpa pekan depan.