Cyberbullying – Day 241 of 365

Project 2014 Day 241 of 365 

29 Agustus 2014. Menimbang masalah efek cyberbullying yang ditimbulkan, maka sebenarnnya tidak perlu lagi membuat teori baru. Solusi pun refleksi harapan sudah sangat merajai. Tinggal memutuskan mau merangkumnya  atau tidak. Tulisan Imas tentang Flo di tumblr-nya saya anggap sudah baik dalam meringkas banyak kegelisahan itu.

Namun di sini, secara terang-terangan saya menolak untuk memberi komentar tentang upaya penyelesaian masalahnya. Fokus saya hanya satu: durasi.

Umumnya, online war berlangsung dengan model saling bombardir. Melihat siapa yang lebih bisa membungkam pihak seberang. Jelaslah, mekanisme ini menciptakan durasi yang tidak bisa dianggap remeh. Sehari itu tidak cukup.
Saya mengamati banyak kejadian semacam ini. Apalagi saya pribadi memang mengikuti perkembangan untuk hampir semua jejaring sosial. Saya katakan: kasus Flo adalah yang paling ajaib!

Tidak pernah saya mengikuti dengan cukup intens suatu polemik berkaitan dengan netizen dan progresnya berjalan luarbiasa cepat. Sekiranya kasus ini hanya membutuhkan waktu kurang dari sehari untuk pengenalan hingga berujung penyelesaian. Saya tidak melihat cela dalam progresnya, dengan selisih beberapa jam langsung terungkap dengan gamblang semua identitasnya. Di lain pihak ngeri juga melihat kinerja semacam ini. Kalau saja kasus ini adalah ujung tombak untuk kasus-kasus netizen berikutnya, secara serius saya benar-benar berusaha sebisa mungkin untuk tidak ikut terkena masalah.

Keroyokan yang terjadi terlalu ngeri untuk dijabarkan. Sampai pada akhirnya juga saya dibuat bertanya-tanya apakah memang sudah tidak ada ruang privat? Yang benar-benar privat?

Tontonan hari ini Begin Again (2014)