#SelapanDinaNulis Sangkalan

#dina19

Kalau sudah dari awal punya komitmen untuk tidak melewatkan satu hari pun, maka harusnya terus saya coba jaga ritme itu. Masalah kemudian muncul karena ketika saya berhadapan dengan tempat tidur, maka banyak hal seolah menjadi kabur. Tahu-tahu sudah menunjukkan pukul berapa saja.

Meski pukul dua atau setengah tiga pagi adalah fase bangun saya sendiri, tapi tetap saja itu sudah melewati tengah malam–deadline terakhir untuk meluapkan ide dalam mode tulisan. Memang itu tantangan beratnya. Terlihat kurang asik ketika hal itu terlalu mudah terlewati. Tidak mem-posting bukan berarti tidak menulis, karena Google Calendar saya secara jujur malah penuh dengan draf-draf tulisan ini, hanya saja memang kegiatan mem-publish-nya yang sering keteteran.

Mau coba lebih bijak lagi, ah.