
Project 2014 Day 16 of 365
Kalau mau belajar sedikit mendengar apa yang didengungkan oleh sekitar, maka minimal yang akan terwujud adalah rasa wise dalam setiap pribadi di muka bumi ini. Adalah mengerikan ketika menemui banyak orang yang selalu mendahului satu bunyi dengan bunyian lain. Saya pernah belajar masalah bunyi ini di pelajaran fisika SMA, apabila dua bunyi atau lebih saling bertabrakan, maka yang terjadi bukanlah konstruktif, namun malah merusak, destruktif.
Boleh menganggap remeh sesuatu yang sepertinya tidak ber-impact pada jangka panjang kita kedepan. Setidaknya itu memberikan kita sedikit jeda untuk berpikir apakah yang kita anggap remeh itu memang tidak akan berguna kemudian hari? Kalau saya berpegangĀ pada satu hal: saya tidak bisa men-judge orang hanya dari satu sisi saya. Masalahnya adalah tidak semua orang, bahkan yang sudah berprinsip seperti di atas, mau dan masih mampu untuk bersikap netral kepada siapapun orangnya. Susah.
Belajar mendengar adalah cara termudah dalam mendalami masalah harga-menghargai itu. Karena mendengar adalah bentuk komunikasi intrapersonal paling urgent sampai kemudian dapat disahkan bahwa individu itu sudah bisa dilepas untuk naik level: interpersonal. Tidak harus langsung kopah, semuanya bertahap. Pun saya masih terus berusaha untuk melakukan hal ini. Secara lahiriah saya ada dengan sikap pikiran yang langsung like or hate people at first sight. Artinya bahwa judgement pun selalu hadir pada diri saya. Saya kadang gamblang bilang bahwa saya tidak suka orang itu, padahal belum sempat kenal. Tetapi pada firasat yang ada, biasanya hal itu memang terbukti benar, dimana ketika saya berada di lingkungan orang itu, entah kapan biasanya berbuah tidak menyenangkan.
Lama kelamaan sikap saya yang seperti itu tidak lagi menonjol. Setidaknya saya sekarang bisa membedakan dari berbagai sudut pandang untuk beberapa kasus. Really, ini tidak bisa disebut mudah. Karena sifat dasar manusia yang memang suka menilai orang lain, tinggal kadar firasatnya saja yang berbeda, apakah itu sekedar judgement yang sebenarnya nonsense, atau sama seperti saya? Di mana mayoritas apa yang saya rasakan memang ada impact secara langsungnya.
Sudah menonton Inside Llewyn Davis (2013)? Sebuah presentasi yang indah tentang hal yang saya jelaskan di tulisan ini. Menyenangkan ketika melihat orang lain berusaha menyelesaikan dan memetik buah dari permasalahan yang ada. Karena itu adalah cara termudah untuk belajar kesalahan dari orang lain. Hal-hal yang dirasa terlalu jauh pun pada akhirnya bisa didengar, dilihat dan dirasakan dengan sedikit membuka indera lebih lebar. Di sini: tajamkan telinga dan rasa.
Sudah mencoba mendengar apa hari ini?
kopah (v) keluar banyak-banyak (darah dari mulut, dsb).