Tidak Perlu Selalu Berpikir – Day 3 of 365

image

Project 2014 Day 3 of 365

Memulai akan lebih menyenangkan dan memberi kita banyak hal baru ketika sesuatu itu adalah ‘kita’ banget. Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, selalu menyenangkan ketika saya berada di antara orang-orang yang bisa diajak berbagi cerita. Meskipun apa yang saya ucapkan belum tentu sepadan dengan uluran kata-kata lawan bicara. Itulah seni berbagi.

Tadi siang saya kembali melakukan rutinitas mulia: download. Tentu. Ketika pikiran merasa butuh hal yang disenangi, tidak ada hal lain yang lebih bijak selain melakoninya. Terimakasih untuk penyedia wifi-nya. Saya hanya memanfaatkan kurang dari dua jam, kok. Karena tadi terputus oleh jeda sholat Jumat. But, rasanya tetap puas ketika melihat properties dan hari ini menembus angka 8 Gb.

Jangan biarkan saya bersama wifi dengan koneksi sangat cepat!

Kemudian saya menuju KR (Kedaulatan Rakyat) untuk ikut mendampingi Sekolah KACA (Rubrik remaja di KR). Di situ saya mendapatkan satu perkataan yang ‘menggugah’ bahwa, “Tidak semua hal perlu berpikir. Karena berpikir itu capek.”

Kadang hal simpel memang sudah seharusnya mendapat eksekusi yang simpel pula. Jawaban atas ‘hal’ itu biarkan keluar seperti kalau kita curhat, tanpa beban. Ketika berpikir, kita membiarkan otak lebih mendominasi, yang seringkali malah berujung pada rekayasa. Biarkan alam bawah sadar, reflek, yang melakukan pekerjaannya. Pun begitu dengan perihal menulis.

Saya selalu yakin bahwa menulis itu masalah kebiasaan. Semakin terbiasa maka akan semakin erat berkeluarga. Tulis apa yang dirasa perlu ditumpahkan. Dari pertemuan Kaca tadi pula, ada satu tips tambahan yang bisa sangat membantu.

Kalau kita menulis, dan ternyata pikiran kita stuck, tidak tahu apa yang akan ditulis selanjutnya, maka tulis saja: Ga ngerti lagi apa yang mesti ditulis, bingung.

Bahkan hal seperti itu juga pada akhirnya akan mewujud pada bentuk tulisan.

Ah, ya, pagi ini saya menonton film yang memborong banyak nominasi Golden Globes ke-71: American Hustle (2013). Sangat recommended bagi Anda yang mencari film dengan seting kasus dan drama yang memiliki sudut-sudut pandang unik. Melalui berbagai kompleksitas kasus yang terlihat sudah perlina arahnya kemana, tetapi ternyata tetap saja ‘bisa’ ada titik baliknya. Damn!  Karena saya paling sering mengikuti kiprah C Bale dan Jennifer Lawrence  maka yang saya amati tentu saja mereka berdua, seperti biasa: total! Ada kutipan yang saya suka di film ini seperti sudah tertulis di gambar. Love it!

Sudah melakukan apa hari ini?

perlina (a) hilang, tidak kelihatan.