Di tengah malam takbiran yang hikmat, saya mendengar ceramah yang mengusik batin saya.
Si penceramah mendayu, memberitakan cerita sedih, menyebut-nyebut penderitaan, membandingkan dengan situasi di sini. Si penceramah lagi-lagi menyebut bagian tubuh yang hilang, orang disiksa, kehilangan…
satu lagi, dari imas.