Saya adalah orang yang seringkali menilai pribadi lain berdasarkan first impression. Hal ini akan sangat menentukan mindset saya selanjutnya apabila berinteraksi dengan yang dimaksud. Bisa jadi saya akan bersikap biasa saja (kebanyakan akan berbentuk ekspresi ini), sebagian saya yang lain bisa berlaku tak acuh bahkan cenderung menghindar.
Prinsip utama yang saya pegang adalah percaya pada apa yang saya iyakan. Saya beranggapan bahwa saya tahu mana yang paling baik di antara ribuan pilihan random yang ada. Misalnya apabila saya berada di antara orang-orang yang skeptis, maka saya tidak mau mengikuti arus tersebut, saya akan memilih tetap optimis dan yakin.
Ngomong-ngomong mengenai arus, kemarin saya baru saja mengikuti kelas mata kuliah yang difasilitasi oleh bang Abrar. saya pikir apa yang beliau katakan kemarin memiliki efek tamparan untuk banyak orang yang mendengarnya.
“Saya masih tetap tidak paham pada orang yang kalau ditanya ‘apa tujuan hidupmu?’ kemudian menjawab ‘ikuti arus saja, bang’”
Saya setuju dengan premis tersebut.
“Hidup itu perlu diperjuangkan. Bahkan orang yang berjuang untuk hidup saja pasti bisa gagal, apalagi yang hidup hanya dengan mengikuti arus?”
Plak.
Saya yang sependapat dengan beliau saja merasa seperti tertampar, apalagi bagi yang menganggap bahwa hidup itu hanya cukup mengikuti arus?
Saya juga tetap yakin bahwa manusia hidup harus memiliki tujuan, tidak peduli apakah tujuan yang dimaksud itu disadari ketika umur masih muda atau tidak, namun tujuan adalah sahabat yang selalu memantik kita untuk tetap fokus dan berjuang mewujudkannya. Manusia tanpa tujuan yang sampai tidak ada waktu lagi dengannya, menurut saya adalah mereka yang tidak berprinsip. Bagi saya yang percaya prinsip, bukan berarti saya mendiskreditkan kalangan tertentu, namun tindakan manusia tanpa prinsip saya pikir tidak ada gunanya. Sama halnya dengan orang yang mengaku berprinsip, tetapi pada realita mereka bisa dengan mudah merubahnya.
Prinsip bukan melengkapi, melainkan sebuah keharusan. Tujuan bukan hanya formalitas, namun sesuatu yang memang harus ada, harus ada untuk memberikan greget tentang apa makna perjuangan hidup yang sebenarnya.
Sore hari pada tanggal 09/10/13 di Yogyakarta
Kondisi termotivasi lebih.