Dilema Fast Food di Indonesia #BridgingCourse

Kalau ingin makan kwetiaw goreng di area UGM, maka solusinya adalah kita harus ke Gelanggang Food Court. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya fast food berbanding terbalik dengan peredaran makanan tradisional. Di Yogyakarta sendiri, banyak outlet-outlet yang menawarkan makanan cepat saji. Contohnya saja ayam goreng Olive yang menjadi salah satu makanan cepat saji paling digemari.

Fast food saat ini tidak lagi menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Fast food menjadi trend sebagai akibat dari alasan kesibukan dan efisiensi, terutama untuk anak-anak, remaja, dan mahasiswa. Tugas yang tidak sedikit, kegiatan di luar urusan akademik, serta waktu yang tidak banyak, pada akhirnya menuntut mahasiswa untuk makan makanan yang cepat waktu penyajiannya.

Bermunculannya restoran fast food di Indonesia, memberikan kemudahan bagi semua orang untuk memperolehnya. Selain faktor efisiensi waktu, fast food juga disukai karena murah dan enak, contohnya pizza, hot dog, burger, fried chicken, sampai mie instan. Khususnya untuk anak kost, mie instan menjadi alternatif utama apabila sedang mengalami krisis finansial di akhir bulan. Hal ini sangat bertolak belakang apabila dibandingkan dengan awal bulan. Dikarenakan biasanya mereka akan lebih memilih makan burger, pizza dengan lelehan keju di pinggirnya atau bahkan ke KFC, dengan memilih menu seperti yakiniku yang tentu saja harganya bisa dibilang mahal.

Penyebab KFC bisa sesukses sekarang ini tidak lain karena strategi pemasarannya  di Indonesia berjalan sangat baik. Salah satunya dengan menggandeng Agnes Monica menjadi bintang iklannya.  Tidak hanya KFC, namun produk fast food lainnya juga memberikan presentasi iklan yang tidak kalah menariknya. Namun begitu, dilihat dari sudut pandang mahasiswa, fast food tetap saja tidak baik bagi kesehatan badan untuk konsumsi jangka panjang. Selain karena masalah kesehatan tersebut, keberadaannya seakan-akan hanya ditujukan bagi konsumen kelas menengah ke atas, sehingga sifat konsumtif semakin melebar.

Meski sudah banyak dijelaskan di forum umum, celakanya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang akibat negatif yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi fast food atau bisa juga disebut junk food secara berlebihan. Cara pengolahan yang tidak baik, kemudian dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, selain itu bisa membentuk perilaku hidup boros, serta kerugian-kerugian lain. Tuntutan semua harus serba cepat adalah salah satu faktor utama eksistensi fast food di dunia, namun begitu, sisi ekonomi dan kesehatan juga harus tetap diperhatikan.

#VersiSendiri